SAATNYA BERBURU BAKAT-BAKAT AKTING - [CLOSED]

Setelah lama menggodok cerita, INI SAATNYA!!! Kami mengundang bakat-bakat akting untuk mengisi peran-peran dalam film pendek berjudul DLICKERING LIGHT & menjadi keluarga besar 89 Project.

!!!CATAT!!!

1 - 2 Oktober 2010 @ Sekertariat PSM UNPAD - Dipatiukur Bandung | 09:30 - 16:00 WIB

3 Oktober 2010 @ Ngeumong cafe & library | Jatinangor | 09:30 - 16:00 WIB

jangan lupa ya kasih tau keluarga, ayah, ibu, kakak, adik, teman, tetangga, pacar... atau siapa saja.

Terima kasih atas dukungan & kunjungan Teman.

Salam Hangat - | 89 Project

HEMOPHILIA A to Z

(H)emophiliac adalah istilah yang dapat digunakan untuk menyebut orang penderita hemofilia.

(E)ngsel, adalah sendi pada lutut, pergelangan kaki, dan siku yang paling mudah rusak. Sendi engsel hanya mempunyai sedikit perlindungan tekanan dari samping. Karenanya, sering terjadi perdarahan di daerah-daerah tersebut.

(M)engabaikan memar dan luka pada penderita hemofilia bisa berakibat fatal. Semakin parah perdarahan, semakin banyak faktor pembeku yang diperlukan. Perdarahan tidak boleh dibiarkan karena pengobatannya akan menjadi berlarut-larut, lebih lama, dan lebih mahal.

(O)lahraga perlu dilakukan penderita hemofilia untuk menjaga otot dan sendi agar tetap kuat. Renang adalah olahraga dengan risiko sangat ringan yang banyak dianjurkan untuk para penderita hemofilia.

SELAMAT DATANG DI BLOG 89 PROJECT

Blog 89 Project akan mengajak kita masuk lebih dalam tidak hanya proses belakang layar film pendek berjudul "Flickering light" semata, namun akan lebih jauh mengetahui informasi tentang hemofilia, atau fakta-fakta menarik tentang dunia "darah".

Blog ini didedikasikan sepenuhnya untuk menunjang penyebarluasan informasi tentang 89 Project dan hemofilia.

Terima kasih atas dukungan & kunjungan Anda.

Salam Hangat - | 89 Project

SMITH STORY

"About seventy or eighty years ago, a woman by name of Smith, settled in the vicinity of Plymouth, New Hampshire, and transmitted the following idiosyncrasy to her descendants. It is one, she observed, to which her family is unfortunately subject, and had been the source not only of great solicitude, but frequently the cause of death. If the least scratch is made on the skin of some of them, as mortal a hemorrhagy will eventually ensue as if the largest wound is inflicted. (…) So assured are the members of this family of the terrible consequences of the least wound, that they will not suffer themselves to be bled on any consideration, having lost a relation by not being able to stop the discharge occasioned by this operation." -(Otto JC. The Medical Repository. 1803;Vol VI (No 1):1-4)-

ROYAL DISEASES

Hemofilia seringkali disebut dengan "The Royal Diseases" atau penyakit kerajaan. Ini di sebabkan Ratu Inggris, Ratu Victoria (1837 - 1901) adalah seorang pembawa sifat/carrier hemofilia. Anaknya yang ke delapan, Leopold adalah seorang hemofilia dan sering mengalami perdarahan. Keadaan ini di beritakan pada British Medical Journal pada tahun 1868. Leopold meninggal dunia akibat perdarahan otak pada saat ia berumur 31 tahun. Salah seorang anak perempuannya, Alice, ternyata adalah carrier hemofilia dan anak laki-laki dari Alice, Viscount Trematon, juga meninggal akibat perdarahan otak pada tahun 1928.

SUDAH MEMILIKI OST

"The journey" telah resmi jadi Original Soundtrack Flickering Lighy. Lagu ciptaan Hetza Fadilah atau lebih akrab di panggil Eca ini memang dipesan khusus. Bersama rekan duo dalam "The Foppish", Ari (Ari Toma) berhasil menterjemahkan FL dalam rasa yang berbeda, lirik dan melodi.

Lagu lain yang akan tak kalah oke adalah "Unreal Hope". Bertema kegalauan, Unreal Hope menjadi representasi perasaan Adhella yang paling dalam

Untuk mengunduh, silahkan Klik ikon di side bar

>THE FOPPISH FANS PAGE

Salam Hangat - | 89 Project


Tampilkan postingan dengan label Pengumuman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengumuman. Tampilkan semua postingan

Minggu, 5 Maret 2011. Yaps, bekerjasama dengan liga film mahasiswa – Institut teknologi Bandung, 89 Project menggelar premiere Flickering light, film pendek yang telah diupayakan tak kurang dari 9 bulan lalu. Gelaran premiere yang masuk dalam program “Ganesha exebition programme” (GEP) milik LFM tak hanya menghadirkan Flickering light saja, namun ada 2 film dokumenter pendamping, yaitu Tetes cinta hemofilia buatan Source of Indonesia (Medan) & Mamaku pahlawanku karya Ibu Hotnida beserta putra tersayang yang merupakan penderita hemofilia (Jakarta). kemeriahan GEP tak berhenti di gelaran premiere FL (Flickering light), namun ditambah dengan premiere 2 film pendek karya LFM-ITB sendiri yaitu The Inspiration & Tre(s)no, plus screening film omnibus karya Dienan Silmy, Rozi MF, Irfan Hendarmin, Muham Novianto, Dayo Sesario.


89 PROJECT SHOWTIME
Rangkaian GEP dengan tema “Premiere” mulai membuka pintu untuk pengunjung jam 15:30 WIB. Meski Bandung sempat diguyur hujan, namun minat pengunjung atau dalam hal “Premiere” lebih asik disebut penonton tak berkurang, perlahan berdatangan dan mulai memenuhi R. Bioskop 9009 ITB, entah karena free pass, film-film yang akan tampil atau snack & pop corn gratis dari teman-teman panitia LFM, ya mungkin semuanya.

Gelaran pertama tentu rangkaian dari 89 Project. Pertama diputar adalah film dokumenter asal Medan hasil kerjasama Source of Indonesia (SoI)& Family supporting Group Tetes Cinta Hemofilia (TCH). Dalam waktu 14 menit, TCH memaparkan hemofilia secara ringkas dengan gaya dokumenter yang apik, maklum, SoI bukanlah pemain baru di bidang documentary. Setelah “pemanasan” penonton cooling down dengan penampilan duo, The Foppish yang tak lain dan tak bukan pengisi OST FL. Satu lagu mengharu biru berjudul “Unreal Hope” mengantar penonton menuju film utama, Flickering light. Meski durasi putar FL menuju ambang batas sebuah film pendek, yaitu 27 menit & 39 detik namun antusias penonton cukup besar, setidaknya lebih dari setengah kapasitas R. Bioskop 9009 terisi. Sayang memang, tata suara yang terdengar tidak sebaik yang diharapkan, entah karena dari audio FL kurang mumpuni atau tata suara ruangan yang memiliki gaung cukup tinggi. Ketidaknyamanan ini membuat beberapa bagian film terasa tidak jelas secara audio. Sekalian saja, Kami dari 89 Project meminta maaf sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan ini. Namun syukur, meski begitu penonton bisa menangkap apa maksud dari FL, setidaknya beberapa penonton awam (di luar kru) bisa merasakan aura kisah Tama dan Adhella, ada juga yang mengatakan “Ada 2 adegan yang bikin merinding...” (merinding karena keren, atau merinding karena kedinginan.. entahlah). FL memang tidak menitik beratkan pada kepadatan informasi akan hemofilia namun lebih ke satu sisi hubungan relationship penderita hemofilia melalui representasi Tama (penderita hemofilia) dengan calon istrinya Adhella.  Bagaimana hemofilia bisa saja menjadi penghalang atau justru sebaliknya menjadi penguat tali kasih mereka. Satu sajian yang berusaha menginspirasi setiap hubungan dan arti memperjuangkan cinta.

FL selesai diputar sekitar jam 5 sore lewat. Nuansa haru biru di refresh kembali oleh penampilan The Foppish lewat 2 lagu “Cow boy”, satu lagu lain (Saya lupa judulnya) dan berakhir dengan lagu “The journey”, lOST FL. Tentu tak lengkap jika “Premiere” tanpa ada “Pertanggungjawaban” dari para filmmaker, maka sesi diskusi dimulai dengan moderator dari teman-teman LFM. Diskusi terarah baik. Mengupas tentang proses pembuatan dan seluk-beluk cerita, proses, hingga pembuatan lagu, semua di bahas singkat dan padat. Bahkan pertanyaan tentang Hemofilia sendiri cukup banyak, mengingat orang-orang yang menjadi nara sumber bukan hanya dari kru film tapi dari pihak Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia, lembaga yang menaungi hemofilia tingkat nasional melalui perwakilan Mas Agustama. Rangkaian acara 89 Project diakhiri dengan penayangan video dokumenter amatir buatan Ibu Hotnida beserta putranya yang mengidap hemofilia. Meski durasi tak lebih dari 7 menit, film berjudul Mamaku pahlawanku menjadi closing penuh emosional, meski lagi-lagi harus terkendala masalah tata suara. Acara break sekitar pukul 18:00 untuk kembali menayangkan Film-film Premiere  pada pukul 19:00 WIB

LFM IN ACTION
Maaf-maaf saya sedikit telat masuk ruangan dan film The Inspiration telah dimulai beberapa menit lalu. Bercerita tentang Bayu yang kehilangan inspirasi  ketika hendak membuat film, ya bagi penggiat film hal macam ini sangat dekat sekali, dimana ingin berkarya tapi ga punya ide. Beruntung Bayu memiliki teman Anes (kalo tidak salah) yang mengajaknya ke dunia penuh imajinasi. Membuka pemikiran Bayu akan hal-hal unik, lucu dan penuh warna. Nanda Ekaputra Panjiarga selaku sutradara berhasil mengantarkan The Inspiration mencapai sesuai judul, coz memang mengantarkan inspiratif ke setiap penonton.

Next on, Tre(s)no, kisah komedi romantis memang biasa, namun ditangan Fikri “Pii” Gustin, pengemasan cerita menjadi unik dan berhasil mencampur komedi dan romantisme, penuh dengan adegan-adegan mengundang tawa namun disisi lain bisa membuat kita terrenyuh akan keromantisan Sam (tokoh utama) ke Puspa (tokoh utama juga). Belum lagi ending nyeleneh antara pengen ketawa dan bilang “so sweet”. Jadi Sam adalah pria asli Jowo, yang percaya sama takhayul dan segala ramal-ramal mulai dari barat sampe timur. Sedangkan Puspa, adalah gadis periang yang nampaknya tidak peduli semua itu, dan memiliki hobi fotografi. Keduanya mengikuti perjalanan hunting fotografi dari Bandung – Semarang – Bandung (Kutipan dari laman kineklub.lfm-itb). Dalam deretan pujian untuk Tre(s)no, terselip pertanyaan minor, "kanapa harus ada tanda kurung pada judul?".

Diskusi mulai bergulir, para filmmaker tampil untuk “pertanggungjawaban”. Banyak apresiasi untuk kedua film tadi, dan secara proses produksi The Inspiration &“Tre(s)no” sangat indie namun dapat bertutur dengan cerdast. Satu cahaya kebahagiaan pada akhir diskusi, bagi-bagi DVD Tre(s)no dengan menjawab beberapa pertanyaan seputar film, sayang sekali saya tidak dapat DVDnya :-(.

ci(N)ta LAST PREMIERE
Agak miss mungkin dengan tema “PREMIERE – RED CARPET”nya GEP sekarang coz ci(N)ta telah Premiere di Blitz Jakarta. Tapi ya sudahlah anggap saja ini Premiere Bandung. Usai diskusi film karya LFM saatnya menonton ci(N)ta, upsss.... maaf sebelum itu ada sajian penyela terlebih dahulu, serangkaian “iklan” yang agak lama. Waktu menunjukan pukul 20:00 lewat dan film baru berjalan. Sekali lagi mohon maaf saya lupa urutan film apa saja. Memang ci(N)ta adalah film omnibus, film gabungan antara 5 film pendek yang semua memiliki tema cinta namun tentu dengan cerita & pengemasan berbeda dari 5 sutradara berbeda pula. Wah pasti akan cukup panjang kalau saya ceritakan satu per satu, maka saya ambil rangkumannya dari bicarafilm.com.

“Cinta itu tidak perlu bicara, maka orang bisu pun bisa melakukannya, seperti yang dikisahkan dalam film Lukisan Keabadian dan Notes. Belajar dari sejarah cinta tak pernah mengenal kata terlambat seperti diceritakan dalam film Meraih Cinta. Cinta itu tidak akan pernah mati termasuk saat obyeknya sudah tak lagi ada, seperti dalam film Aneurisme Serebral dan Elegi Nacita. Satu demi satu kisah bergulir, membentuk sebuah harmoni kehidupan yang satu persatu semuanya bermuara akan cinta yang diagungkan dalam film ini.”

Daya tarik terbesar ci(N)ta justru bukan dari filmnya (IMHO) tapi dari nama “Hanung Bramantyo” yang selalu tersemat dalam setiap publikasi. Benar sekali, kelima sutradara muda penggagas ci(N)ta adalah lulusan workshop Hanung, jelas saja secara kualitas gambar dan teknis sangat2 baik, apik, rapi dan clllliiiing. Aga berbeda karakter kualitas dengan semua film yang main sebelumnya.. Untuk kesekian kali saya harus meminta maaf karena tidak dapat mengikuti sesi diskusi bersama para sineas ci(N)ta jadi daripada salah, bijak jika saya tidak menulis tentang proses diskusi berdasarkan informasi orang lain. Hanya satu pertanyaan minor, "Kenapa konsep judulnya sangat mirip dengan cin(T)a, padahal untuk ranah indie menurut saya strategi dumping macam itu sangat tidak pas. Namun apakah ci(N)ta termasuk indie atau tidak itu juga masih abu-abu, namun nyatanya ci(N)ta telah masuk ruang penayangan bercitarasa ke-Indie-an" (IMHO)

GREAT PREMIERE n THANKS TO...
Saya tidak menyangka penonton akan seheboh kemarin, minimal itu premiere terbaik selama “karir” saya. Terima kasih kepada Liga Film Mahasiswa Institut Teknologi bandung untuk semua bantuan, mulai dari A-Z. Dari penjadwalan, ruangan hingga urusan konsumsi sekalipun. Meski teteplah itu tata suara sedikit mengganggu... hehehe Tapi sungguh, saya atas nama pribadi dan segenap keluarga besar 89 Project mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kerjasama yang baik.

Terima kasih ke semua undangan yang berkenan hadir dan seluruh penonton yang “terjebak” kehebohan publikasi kami. Terima kasih telah datang meski sedikit gerimis, terima kasih telah memberikan kami semangat untuk kembali melahirkan karya. Kami menyayangi kalian semua.

Mas Agustama yang telah berkenan jauh-jauh hadir dari Jakarta karena penasaran akan Flickering light. Tak lupa juga seluruh keluarga HMHI, YPH, dan penderita beserta keluarga hemofilia dimanapun kalian berada. Terima kasih banyak

Terakhir. Terima kasih sebesar-besarnya untuk semua pihak yang telah mendukung dan menyemangati 14 bulan bergulir produksi, melalui twitt, komen, like this, doa, harapan, relink, share link, diskusi, sharing, pertanyaan dan apapun yang telah diperbuat untuk 89 Project. Maka Flickering Light seyogyanya adalah milik kita bersama karena kita semua adalah bagian dari lahirnya karya ini.

Salam Hangat...

ROBBY PRASETYO
89 Project producer



89 Project bekerjasama dengan Liga Film Mahasiswa - Institut teknologi Bandung (ITB) mempersembahkan

FLICKERING LIGHT - PREMIERE
100% FREE & FUN!!!

Sabtu, 5 Maret 2011
R. Bioskop 9009 Institut Teknologi Bandung (ITB)
Pukul 16:00 - 18:00 WIB

Penayangan perdana Flickering Light, sebuah film pendek karya pertama dan terakhir 89 Project.

Ditambah 2 film dokumenter pendek tentang hemofilia, "Tetes cinta hemofilia" (Medan) & "Mamaku pahlawanku" (Jakarta).

Ga lengkap rasanya premiere tanpa jumpa orang balik layar dan pastinya ada diskusi tentang "membuat Flickering light"

Juga akan dimeriahkan dengan Penampilan ekslusif dari pengisi original soundtrack Flickering Light, The Foppish.

Datanglah lebih awal kawan untuk menikmati beberapa sajian tambahan dari kami... :-)

Support for Independent film n filmmaker... :-)

***

Flickering Light (2011)
FIKSI | 27 MENIT 39 DETIK | BAHASA INDONESIA (ENGLISH SUBTITLE) | 89 PROJECT
Fuzia Syukuri, Mutya Rochandy

Produser : Robby Prasetyo | Manager Produksi : Laila Ramdhini | Penulis naskah : Bicky Perdana Putra | Sutradara : Bicky Perdana Putra | DOP : Fadhli Ahmad | Art Director : Yuki A. Nagarani | Editor : Robby Prasetyo

Sinopsis :
Sepasang kekasih yang telah sangat sempurna, namun ternyata masih tersimpan satu rahasia diantara
mereka. Rahasia yang membuat mereka berpikir, hilang arah, lalu mencari.

Catatan Sutradara :
Flickering Light adalah film pertama saya dalam ranah keseriusan. Dimana saya bekerja dengan orang-orang yang sangat serius menangani apapun yang mereka sentuh dan rasakan. Orang-orang yang menaruh harapan-harapan yang serius kepadanya.

Walau bukan film pertama, Flikering Light adalah “anak pertama” saya. Dimana saya menebar obsesi-obsesi, pikiran-pikiran, dan memanjakan otak kanan saya. Ditemani dan dimanjakan pula oleh asisten yang begitu banyaknya, keluarga 89 Project. Sehingga pada akhirnya pembuatan film ini pun persis seperti proses melahirkan; berkeringat, menguras tenaga, berteriak, lalu muncul sebuah tangis,
dan diakhiri dengan senyuman semua orang.

Ini bukan film yang ditujukan untuk membuat anda terkesima dan berakhir dengan sebuah standing applause. Flickering Light adalah pesan dari teman-teman saya. Pesan dari teman-teman penderita hemofilia, pesan dari keluarga mereka, pesan dari orang-orang di sekitar mereka, dan pesan dari semua kru 89 Project.

Jika pun saat ini, kita semua di ruangan ini, mengaku mampu menikmatinya, itu adalah efek samping dari kerja keras teman-teman saya.

Apa yang real dalam film ini, adalah mereka benar-benar ada, teman-teman penderita hemofilia yang butuh perhatian dan sangat butuh dipahami. Tidak sekedar untuk diketahui, lalu anda pergi.

Walau film ini pun tidak memuat sebegitu banyaknya informasi yang anda butuhkan untuk dapat memahami hemofilia. Tapi saya harap film ini dapat memancing kita semua untuk mencari. Seperti Tama dan Adhella yang mencari satu sama lain.

***

Drop of love hemophilia – Tetes cinta hemofilia (2010)
DOKUMENTER | 13 MENIT 40 DETIK | BAHASA INDONESIA (ENGLISH SUBTITLE) | SOURCE OF INDONESIA - MEDAN
Produser : Renta Morina Evita Nababan | Sutradara : Santi Arta

***

Mamaku Pahlaanku

DOKUMENTER / HOME VIDEO | 6 MENIT 31 DETIK | BAHASA INDONESIA | INDEPENDENT – HOME VIDEO
Produser : Hotnida Ria | Sutradara : Hotnida Ria


Ehemmm...ehem... cek 1..2..3..

Salam sodara2 ku tersayang...
Bukan..bukan... post Ini bukan peluncuran trailer fenomenal.... :p ...TAPI...

Dengan Bangga Saya akan me-release

"Flickering light soundtrack"

yapzzzz untuk yang belum tau (wah terlalu....) FL dipesiapkan sangat serius sampe ke urusan OST. Bahkan pada saat FL masih mempersiapkan pemaen di bulan Oktober, proses pembuatan OST udah jalan. Jadi kalo kita suting cuma 7 hari, bikin lagu menghabiskan tak kurang dari 3 bulan.

Soundtrack FL dipercayakan ke duet Om Ari (Ari Toma) n Mbak Eca (Hetza Fadilah). dan menamakan diri "The Foppish (TF)" (Check this out!!!).

Ada 2 karya TF yang dikasih tanggungjawab ngasih mood & feel FL. Mereka adalah

1. Unreal hope : Meski bukan dibuat khusus untuk FL, tapi pas pertama kali denger versi demo hape aja hampir bisa dipastikan Unreal Hope akan masuk dalam music scouting list. Liriknya galau2 gimana gitu... sangat Adhel.

2. The Journey : Nah ini baru ORIGINAL SOUNDTRACK. Berbekal naskah, mbak Eca merangkumnya dalam lirik2 yang udah pasti FL bangetlah. Meski beraura tak jauh berbeda, "The journey" ga segalau Unreal hope. Dalam lagu "The journey" ada harapan2 n optimistik. Apalagi ada sentuhan biolanya yang ajib banget... ini keren pisun... (Bocoran : Versi instrumen bikin merinding cuy). Pokonya ga kalah deh ma Endah n Resha... hehehhehe

Tanpa lama nunggu lagi silahkan Unduh & nikmati OST FL

http://www.4shared.com/audio/nSwStiX9/01_The_Journey.html
http://www.4shared.com/audio/XyPXX1xv/The_Foppish_-_Unreal_Hope.html

Catetan : Mav filenya aga tambun, biasa Hi-Quality...ckckckck

Nah... Ini Penting!!!
Jadi mohon partisipasinya untuk sebarin OST FL ni ya. Sebarkan, perdengarkan seluas2nya, ke siapa aja, dimana aja, kapan aja. Ke kaka, ade, ayah, ibu, sodara deket, sodara jauh, tetangga, temen kostan, ke Ibu kostan, ke temen kelas, temen komunitas, temen UKM, temen lama, temen kampus, temen deket, pacar, mantan pacar, musuh juga boleh, rekan kerja, rekan kantor, bos, pokonya seluas2nya... Obrolin di wall FB, di group, di Twitter, di Kaskus, dimilis, di semua micro blogging, tulis di blog, jurnal pribadi masing2, berkali2, gosipkan, dendangkan, nyanyikan, mainkan gitar cordnya, masukin di hape, di mp3 player, di BB, dIPhone, di winamp, di WMP terus2an, copy di sebanyak2nya tempat, IT'S FREE!!! (makasih dah berpartisipasi). Kasi bonus lirik deh (Cord akan segera menyusul... keep update!)...

***
Unreal Hope

I’m gonna get you, but i don’t wanna make a move to show you that
I really need you Like i need a breath to stay alive
Maybe you don’t know, for me u’re like a light You keep my spirit alive
So please tell me, tell me why you here Why you doing this

Like a river flow, always calm and The bottom can’t be seen
neither do my heart I could cover with, my too much pride
I know exactly, both of us have something to hide
I’m waiting for you, come tell me please Be honest for us

Chorus:
I find the way, find the way to what i wanted
It is you, who open my mind And tell me what’s the truth
I find the way, your innocent eyes tell me there’s no lie
Surely someday you find the way I’m the one for you

***

The Journey

never Thought we have gone this far
Trouble likes to come without knocking the door
Then we must serve them our best values
To overcome anything, until its finish line

So hold my hand, continue the journey
What if just forget the hard times behind
‘cause in this world, what we need is
to understand and not always to be logical

Chorus:
We’re just another human being
Don’t be worry, sometimes complaining
Try to lose a lil’ of our ego
Then foot steps start all over again

And beyond all this troubled times
Don’t you know, we are specialized
We might be the same, with the different faith
Keep your head up upon this life

Bridge:
Huuu….I love the shore ‘cause they never make me hurt
The sand could stretch just to let my feet sink
They really know what I am feeling.

Photo session selesaaaaaaii....!
Kemarin (7/11) kru 89P sudah melaksanakan photo session. Saat itu, kami memotret Tama (diperankan oleh Uzy) dan Adhel (diperankan oleh Tya) yang sedang dalam masa-masa pacaran. Hohohoho...

Kru mengambil lokasi di Tangkuban Perahu dan Kampung Gajah. Sebenarnya sih mau ke Yoghurt Cisangkuy juga. Tapi karena satu dan lain hal, batal dan akhirnya foto "makan es krim" berganti setting di salah satu tempat di Kampung Gajah.

Berkumpul di UPI jam 10an, lalu berangkat ke Tangkuban Perahu jam setengah 12 siang (yeah, ngaret). Di sana pemotretan sampai jam 3, lanjut pemotretan ke Kampung Gajah sampai setengah 9 malem (udah pada tutup tuh! Hihihihi..)

Dari siang sampai malam, Bandung diguyur hujan. Duh, mana lokasi-lokasinya benar-benar tinggi banget deh. Menggigil jadinya. Tapi seru. Dan hasil foto-fotonya dooong.. KEREN BANGET dah. Kayak foto pre-wed gitu *asik asik*

Mau liat foto-fotonya?
[Spoiler] nanti akan muncul di filmnya.
Jadi, jangan sampai ga nonton ya! :D

Hmm...
Foto-foto Behind The Scene nya menyusul yah.. kemarin saya ga bawa kamera soalnya, hehe.
Tapi thanks to Dept Camera Crew (Fadhli, Lutfi, Dhika) yang udah bersedia memotret untuk BTS (yang hasil fotonya tentu saja jauh lebih keren dibanding hasil jepretan saya selama ini. Hihihi. maklumlah, saya kan amatiran. Mereka fotografer sejati. Hohoho...

Besok (9/11) adalah HARI PERTAMA SYUTING.
Doakan ya teman-teman, semoga lancar. Amin.




NB: Ongkos produksi masih kurang banget ternyata. Kalau ada yang mau bantuin nyumbang dana, bisa lewat sini. Thank you... ^_^


89 Project menerima donasi bagi siapa saja yang ingin berkontribusi pada produksi film Flickering Light. Seluruh dana yang diterima dari para donatur 100% akan digunakan untuk membiayai proyek non profit ini. 

Donasi dapat dikirim melalui rekening Produser:
Robby Prasetyo
No. Rek. Mandiri 132 00 1030877 4
Kantor Cabang Pembantu (KCP) Jatinangor Univ. Padjadjaran

Setelah memberikan donasi, mohon melakukan konfirmasi via email. Laporan penerimaan donasi akan dipublikasikan melalui blog sebelum proses syuting dimulai (9 Desember 2010)

Sekian dan terimakasih :)



We ourselves feel that what we are doing is just a drop in the ocean. But if that drop was not in the ocean, I think the ocean would be less because of that missing drop. I do not agree with the big way of doing things. -Mother Teresa-

89 Project akhirnya bersiap menerima keluarga baru…

Kegiatan non-profit, 89 Project lagi mengadakan casting pemain untuk mengisi peran dalam film pendek berjudul FLICKERING LIGHT yang akan dilaksanakan pada :
Hari / tanggal     :  Jumat – Minggu / 1 - 3 Oktober 2010
Waktu               :  09:30 – 16:00
Tempat              :  1 – 2 Oktober 2010
                             Sekretariat “Paduan suara mahasiswa” (PSM UNPAD)
                             Universitas Padjadjaran - Jalan Dipatiukur No. 35 Bandung.

                             3 Oktober 2010
                             Ngeumong Cafe & Library
                             Jatinangor

Undangan ini tentu bersifat umum lah, siapapun, dari manapun silahkan datang tanpa perlu mendaftar, namun disarankan menghubungi kru kami terlebih dulu.

Sekilas neh tentang si FLICKERING LIGHT sendiri.
Tama (27) dan Adhella (24) adalah pasangan serasi yang telah bersama selama 3 tahun. Suatu hari, Adhella menunjukkan komitmennya dengan memperlihatkan pada Tama sepasang cincin berinisial nama mereka. Namun dunianya menjadi runtuh saat Tama justru mengatakan padanya bahwa ia menderita hemofilia.
Adhella tidak menyangka. Saat ia sudah merasa begitu yakin, tiba-tiba semuanya goyah.
Ia meninggalkan Tama; membuat segalanya gelap bagi Tama.
Namun Tama tidak menyerah.
Yang ia perlukan hanya sedikit cahaya.
Ini adalah sebuah kisah tentang rahasia yang terungkap, tentang hubungan yang dipertaruhkan, tentang perjuangan, dan tentu saja, tentang cinta…

Eitssss jangan pernah berfikir ni film drama romantic biasa, coz drama bisa disajikan dengan cara2 unik dan berbeda.

Biar ga pada blank banget, ni dibocorin deh peran-peran apa aja yang lagi kita cari untuk segera menjadi begian dari keluarga 89 Project

-        Tama (27) - Optimistik, karismatik, tenang
Pemilik “Tama Travel” ini terlihat sempurna tanpa cela; dari sikap, penampilan hingga karir. Namun dibalik itu semua, perjuangannya tidaklah semudah yang terlihat. Tama harus melawan rasa sakit yang teramat sangat ketika perdarahan, kapan saja, dimana saja, seumur hidup.
Dibalik ketenangan, Tama menanggung beban berat, sebuah rahasia besar yang dapat mengubah hubungannya dengan Adhella. Tama adalah seorang penderita hemophilia

-        Adhela (24) - Mandiri, berfikiran dewasa, rasional
Sedang menjalani studi S2 psikologi di salah satu universitas ternama di Bandung dan telah menjalin hubungan dengan Tama selama 3 tahun. Sebagai anak tunggal, tak lantas membuat Adhel menjadi gadis manja. Ia justru tumbuh dalam lingkungan  keluarga terpelajar, mapan dan mandiri. Gaya bicara menunjukan kedewasaan dan pemikiran yang matang ditambah dengan tatapan dan senyum yang khas membuatnya tak kalah sempurna dari Tama.


-        Ayah Adhela (56) - Pengusaha, orang Jogjakarta, protektif
Seorang keturunan Jogja yang sangat sukses dalam perantauannya ke tanah sunda (Bandung) karena kedisiplinan, kerja keras, dan pantang menyerah. Hanya memiliki seorang putri dari 26 tahun pernikahan membuat Ayah Adhel sangat mengutamakan kepentingan keluarga di atas segala2nya.

-        Ibu Adhela (49) - Penulis, eksentrik, open minded
Jodoh telah mempertemukan Ayah Adhel dengan seorang gadis dalam “kuliah kerja nyata mahasiswa” (KKNM). Ibu Adhel yang juga orang Jogja adalah seorang penulis novel dengan hobi memasak. Kasih sayang kepada Adhel tidak diwujudkan dengan memanjakannya, namun lebih ke arah sharing atau diskusi yang hangat.

-        Chyntia (24) - Girly, ceria, penuh semangat
Jika dilihat, Cyntia benar2 memiliki sifat kebalikan dari Adhel. Pembawaan yang selalu ceria & riang membuat hidupnya penuh warna. Meski berumur 24 tahun, namun tampak seperti ABG 20 tahunan. Akan menyenangkan ngobrol dengan Cyntia, meski cerewet namun memiliki wawasan sangat luas, seperti tempat penampungan informasi.

-        Iyan (36) - Bijak, humbble, blak-blakan, periang
Penderita Hemofilia berat. Pengurus sebuah yayasan hemofilia di Bandung. Sudah mengalami berbagai ujian dalam berbagai situasi paling sulit membuat Iyan sangat memahami bagaimana menjadi seorang hemofilia. Semua pengalaman berharga selalu ia tularkan ke penderita lain dengan aura positif, ini membuat Iyan sering menjadi “tempat sampah” untuk semua keluh kesah sesama penderita hemofilia termasuk Tama.

-        Reza (7) - Penyendiri, imajinatif
Tidak seberuntung Tama, Reza hidup dalam keterbatasan ekonomi. Menderita Hemofilia sedang, tanpa ada garis keturunan yang mengidap kelainan yang sama. Reza cenderung introvert karena interaksi lebih rendah, dengan lingkungan yang kurang mendukung dan belum/sulit/salah memahami hemophilia.

Nah udah taukan ditel peran2 yang sedang ditunggu2 itu…

So marilah bakat2 potensial, kami sangat membutuhkan kehadiran kalian semua untuk menghasilkan karya yang bermanfaat untuk sesama.

Jangan lupa kasih tau ayah, ibu, kakak, ade, pacar, sahabat, teman, tetangga, sodara, dosen, guru… atau siapa saja…

Masih penasaran ma ni project n pengen info lebih lengkap? Bisalah berkunjung ke blog kami di www.89-project-film.blogspot.com.

Pantau terus info2 laen dari 89P via FB (89 Project) n Twitter (@89Project)

Contact person :
Steva – 0856 24 744 065

NB : Seluruh proses produksi sebagian besar akan dilakukan di Bandung & Jatinangor


89P HIGHLIGHT


ShoutMix chat widget

FOLLOW US

89 PROJECT CREWs


PRODUCER

Robby Prasetyo

PRODUCTION MANAGER
Laila Ramdhini

SCRIPTWRITER SUPERVISOR
Lulu Fahrullah

SCRIPTWRITER & DIRECTOR
Bicky Perdana Putra

1st. ASSISTANCE DIRECTOR
Kiky Amalia Indria Furqon

2nd. ASSISTANCE DIRECTOR
Stevania Randalia Sembiring

DIRECTOR of PHOTOGRAPHY
Fadhli Ahmad

CAMERA DEPT. CREW
Muhammad Andhika Rahayu

CAMERA DEPT. CREW
Lutfi Muhammad

ART DIRECTOR

Yuki A. Nagarani

SET & PROPS
Reza Marza

MAKEUP & WARDROBE
Putu Ayu Andhira Santika

LOCATION & LOGISTIC MANAGER
Lisma Hardiyanti

SOUND RECORDIST
Rizky Indra Purnama

BOOMER
Immanuel Variant R.

EDITOR
Robby Prasetyo

DIRECTOR of BEHIND THE SCENE
Sintamilia Rachmawati

BEHIND THE SCENE CREW
Alvi Rahmawati

ADDITIONAL CREWs
Puput
Kasih Kisah
Ardhito Kristiono

Alam Jenuin D.
Iman Purnama

KOLOM PENDAPAT

!!! COMING UP NEXT !!!

!!! COMING UP NEXT !!!
Flickering Light casting | 1 - 3 Oktober 2010

ADMIN & KONTRIBUTOR BLOG 89 PROJECT