SAATNYA BERBURU BAKAT-BAKAT AKTING - [CLOSED]

Setelah lama menggodok cerita, INI SAATNYA!!! Kami mengundang bakat-bakat akting untuk mengisi peran-peran dalam film pendek berjudul DLICKERING LIGHT & menjadi keluarga besar 89 Project.

!!!CATAT!!!

1 - 2 Oktober 2010 @ Sekertariat PSM UNPAD - Dipatiukur Bandung | 09:30 - 16:00 WIB

3 Oktober 2010 @ Ngeumong cafe & library | Jatinangor | 09:30 - 16:00 WIB

jangan lupa ya kasih tau keluarga, ayah, ibu, kakak, adik, teman, tetangga, pacar... atau siapa saja.

Terima kasih atas dukungan & kunjungan Teman.

Salam Hangat - | 89 Project

HEMOPHILIA A to Z

(H)emophiliac adalah istilah yang dapat digunakan untuk menyebut orang penderita hemofilia.

(E)ngsel, adalah sendi pada lutut, pergelangan kaki, dan siku yang paling mudah rusak. Sendi engsel hanya mempunyai sedikit perlindungan tekanan dari samping. Karenanya, sering terjadi perdarahan di daerah-daerah tersebut.

(M)engabaikan memar dan luka pada penderita hemofilia bisa berakibat fatal. Semakin parah perdarahan, semakin banyak faktor pembeku yang diperlukan. Perdarahan tidak boleh dibiarkan karena pengobatannya akan menjadi berlarut-larut, lebih lama, dan lebih mahal.

(O)lahraga perlu dilakukan penderita hemofilia untuk menjaga otot dan sendi agar tetap kuat. Renang adalah olahraga dengan risiko sangat ringan yang banyak dianjurkan untuk para penderita hemofilia.

SELAMAT DATANG DI BLOG 89 PROJECT

Blog 89 Project akan mengajak kita masuk lebih dalam tidak hanya proses belakang layar film pendek berjudul "Flickering light" semata, namun akan lebih jauh mengetahui informasi tentang hemofilia, atau fakta-fakta menarik tentang dunia "darah".

Blog ini didedikasikan sepenuhnya untuk menunjang penyebarluasan informasi tentang 89 Project dan hemofilia.

Terima kasih atas dukungan & kunjungan Anda.

Salam Hangat - | 89 Project

SMITH STORY

"About seventy or eighty years ago, a woman by name of Smith, settled in the vicinity of Plymouth, New Hampshire, and transmitted the following idiosyncrasy to her descendants. It is one, she observed, to which her family is unfortunately subject, and had been the source not only of great solicitude, but frequently the cause of death. If the least scratch is made on the skin of some of them, as mortal a hemorrhagy will eventually ensue as if the largest wound is inflicted. (…) So assured are the members of this family of the terrible consequences of the least wound, that they will not suffer themselves to be bled on any consideration, having lost a relation by not being able to stop the discharge occasioned by this operation." -(Otto JC. The Medical Repository. 1803;Vol VI (No 1):1-4)-

ROYAL DISEASES

Hemofilia seringkali disebut dengan "The Royal Diseases" atau penyakit kerajaan. Ini di sebabkan Ratu Inggris, Ratu Victoria (1837 - 1901) adalah seorang pembawa sifat/carrier hemofilia. Anaknya yang ke delapan, Leopold adalah seorang hemofilia dan sering mengalami perdarahan. Keadaan ini di beritakan pada British Medical Journal pada tahun 1868. Leopold meninggal dunia akibat perdarahan otak pada saat ia berumur 31 tahun. Salah seorang anak perempuannya, Alice, ternyata adalah carrier hemofilia dan anak laki-laki dari Alice, Viscount Trematon, juga meninggal akibat perdarahan otak pada tahun 1928.

SUDAH MEMILIKI OST

"The journey" telah resmi jadi Original Soundtrack Flickering Lighy. Lagu ciptaan Hetza Fadilah atau lebih akrab di panggil Eca ini memang dipesan khusus. Bersama rekan duo dalam "The Foppish", Ari (Ari Toma) berhasil menterjemahkan FL dalam rasa yang berbeda, lirik dan melodi.

Lagu lain yang akan tak kalah oke adalah "Unreal Hope". Bertema kegalauan, Unreal Hope menjadi representasi perasaan Adhella yang paling dalam

Untuk mengunduh, silahkan Klik ikon di side bar

>THE FOPPISH FANS PAGE

Salam Hangat - | 89 Project


Tampilkan postingan dengan label BTS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BTS. Tampilkan semua postingan

Helloooowww guys! I'm back. Miss me? *halah* Heuheu. Haduh, maafkanlah saya yang tidak pandai meluangkan waktu lagi untuk ngeblog. Padahal dulu rencananya mau update tiap hari selama masa-masa syuting. Tapi ternyata cuma bertahan sampai hari keempat. Selanjutnya? Bablas! Hehehe.. Jadi, laporan syuting hari kelima, keenam, dan ketujuh, saya jadikan satu aja yah. Saya cuma punya waktu 15 menit soalnya *sok sibuk*

Syuting Hari Kelima: Memperkenalkan.. Thoriq

Hari Jumat (17/12) kru 89P kedatangan anggota baru lagi. Dia adalah Thoriq, yang memerankan seorang anak penderita hemofilia. Ia masih kecil, masih duduk di TK. Wajahnya tampan, kulitnya bersih, dan tingkahnya lucu. Penggemar Justin Bieber ini berhasil mencuri perhatian para kru.



Kru sempat khawatir karena pada H-5 syuting Thoriq disunat. Bagaimana kalau belum sembuh? Tapi untunglah pada hari syuting Thoriq sudah sehat dan (terutama cara berjalannya) udah agak ‘normal’. Hihihi...


Syuting Hari Keenam: Pantai!

Nah ini dia yang ditunggu-tunggu semua kru: syuting di Pantai! Dari beberapa opsi yang diajukan, akhirnya kru 89P memutuskan pergi ke Pantai Santolo Indah, Garut.

Kru berangkat dalam 2 mobil. Mobil pertama berangkat dari Bandung, yang membawa Uzi (pemeran Tama), Tya (pemeran Adhel), Robby (Produser), Bicky (Sutradara), Kiky (Asisten Sutradara 1), Fadhli (DOP), Dhika (Kru Dept. Kamera), dan Sinta (BTS). Sementara itu, mobil kedua berangkat dari Jatinangor dengan membawa Satria (yang dimintai tolong jadi supir :D), Laila (Manajer Produksi), Lisma (Manajer Lokasi), Upi (Kru Dept. Kamera), Puput (Asisten Fadhli), Indra (Boomer), dan Alvi (BTS).

Mobil pertama berangkat pukul 3 pagi (!), sementara mobil kedua berangkat pukul 5. Karena mobil pertama sempat berhenti di jalan untuk sarapan dan di mesjid untuk (Uzi) mandi, sekitar pukul 9 bertemu dengan mobil kedua dan kemudian berangkat beriringan.

Kru tiba di pantai Santolo saat tengah hari, dan langsung mengeksplor pantai. Ada kru yang nyari spot buat syuting, tapi yang lain sih kebanyakan foto-foto.. :)




Syuting dimulai selepas ashar. Sayang, saat itu cuaca mendung. Scene yang seharusnya menampilkan sunset, ternyata tidak bisa. Ya suw, apa adanya sajalah..

Kru meninggalkan pantai sekitar pukul enam sore. Sebelum ke Bandung, kru sempat mampir ke rumah Uzi dan makan malam di sana. Enaaaaakk...! :) Thanks to Uzi & family.



Syuting Hari Ketujuh: It’s A Wrap!


Seharusnya sih ga ada syuting hari ketujuh. Tapi karena ada scene-scene yang belum sempat terambil sesuai jadwal karena hujan atau keterbatasan waktu, jadilah hari Minggu (19/12) ada syuting untuk scene-scene yang tersisa.


and...

it’s a wrap!


Syuting selesai dan kini memasuki masa post production.

Ga sabar nih nunggu hasilnya.

Pasti keren.

Harus! :D



Foto Thoriq by Sintamilia

Foto crew by Satria


Minggu (12/12) lalu adalah hari keempat syuting Flickering Light.
Scene yang diambil masih di kamar Adhel sampai siang, lalu sorenya berlanjut ke Kampus Fikom Unpad Jatinangor sampai malam.

Saya sendiri hanya hadir saat syuting di lokasi kampus.
Salah satu scene yang diambil adalah adegan di sekre HMHI (Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia). Kalau hari sebelumnya departemen Art menyulap sebuah ruangan luas di rumah Citra (teman Lisma- Location Manager) menjadi kamar Adhel, hari itu mereka juga mengubah Sekretariat EDGAB (English Discussion Group For Academic Purpose) menjadi sekretariat HMHI.

Dibantu yang lain, mereka ngangkut-ngangkut meja, lemari, buku-buku, dll. Hebohlah. Untung hari minggu. Jadi kampus sepi dan bebas diberantakin *eh? hehehe..

Syuting selesai sekitar pukul setengah sembilan malam. Para pemain dan sebagian kru langsung pulang. Sementara sisanya (termasuk saya) nongkrong dulu *sok gaul

Btw,
hari ini syuting libur.
Insya Allah dilanjutkan hari Jumat (17/12).


Seperti biasa..
foto-foto menyusul yaaah...! ^_^

Clappergirl
Catatan Adegan

Set Kamar Adhel
Peralatan Perang Makeup Artist

22 Scenes




Foto oleh Lutfi Muhammad (Kru Departemen Kamera)

Sabtu (11/12) adalah syuting hari ketiga.
Rencananya, semua scene yang berlokasi di rumah Adhel akan diselesaikan.
Sayang, ternyata ga semuanya terambil. Menurut saya sih, yang paling lama itu nge-set kamarnya.

Bayangkan, sebuah ruangan yang sangat luas, diambil kira-kira sepertiganya buat di-set jadi kamar Adhel. Tempat tidur, lemari, lampu, lukisan, jam dinding, jam meja, karpet, standing mirror, dll disiapkan dan ditata oleh Art Department dibantu kawan-kawan.

Sementara yang sepertiga dijadikan set, dua pertiga bagian ruangan lain jadi tempat kru menumpuk tas-tas, makanan, peralatan, dan sebagainya. Jadinya? ya super berantakan lah! Haha..

Nge-set kamarnya saja perlu waktu seharian, dari siang sampai malam.
Selama Art Dept nge-set kamar, Dept. Penyutradaraan + Dept. Kamera mengambil scene di teras dan di ruang tamu. Scene di kamar jadi scene terakhir yang diambil. And you know what, sampai berita ini diturunkan *halah*, mereka masih syuting di kamar Adhel. Wow!

Oya, buat yang mengikuti proses produksi 89P mungkin tahu, bahwa kru sulit sekali mencari pemeran orangtua Adhel. Nah, kemarin di rumah Adhel, ada adegan yang melibatkan orangtua Adhel. Dan yang jadi orangtuanya adalah...

jreng-jreng...

Pemeran Bapak adalah salah satu dosen Fikom Unpad, sementara pemeran ibunya adalah ibu kos nya Steva (Astrada 2). Hehehehe.. Keduanya main bagus loooh.. :)

Well, sampai sini dulu laporannya.
Saya harus segera berkemas-kemas menyusul kru di lokasi syuting.
Seperti biasa, foto-fotonya nanti yahh..

pokoknya nanti bakal ada galeri foto BTS besar-besaran deh abis syuting.
Insya Allah...



Keep following! :)

Photo session selesaaaaaaii....!
Kemarin (7/11) kru 89P sudah melaksanakan photo session. Saat itu, kami memotret Tama (diperankan oleh Uzy) dan Adhel (diperankan oleh Tya) yang sedang dalam masa-masa pacaran. Hohohoho...

Kru mengambil lokasi di Tangkuban Perahu dan Kampung Gajah. Sebenarnya sih mau ke Yoghurt Cisangkuy juga. Tapi karena satu dan lain hal, batal dan akhirnya foto "makan es krim" berganti setting di salah satu tempat di Kampung Gajah.

Berkumpul di UPI jam 10an, lalu berangkat ke Tangkuban Perahu jam setengah 12 siang (yeah, ngaret). Di sana pemotretan sampai jam 3, lanjut pemotretan ke Kampung Gajah sampai setengah 9 malem (udah pada tutup tuh! Hihihihi..)

Dari siang sampai malam, Bandung diguyur hujan. Duh, mana lokasi-lokasinya benar-benar tinggi banget deh. Menggigil jadinya. Tapi seru. Dan hasil foto-fotonya dooong.. KEREN BANGET dah. Kayak foto pre-wed gitu *asik asik*

Mau liat foto-fotonya?
[Spoiler] nanti akan muncul di filmnya.
Jadi, jangan sampai ga nonton ya! :D

Hmm...
Foto-foto Behind The Scene nya menyusul yah.. kemarin saya ga bawa kamera soalnya, hehe.
Tapi thanks to Dept Camera Crew (Fadhli, Lutfi, Dhika) yang udah bersedia memotret untuk BTS (yang hasil fotonya tentu saja jauh lebih keren dibanding hasil jepretan saya selama ini. Hihihi. maklumlah, saya kan amatiran. Mereka fotografer sejati. Hohoho...

Besok (9/11) adalah HARI PERTAMA SYUTING.
Doakan ya teman-teman, semoga lancar. Amin.




NB: Ongkos produksi masih kurang banget ternyata. Kalau ada yang mau bantuin nyumbang dana, bisa lewat sini. Thank you... ^_^

Iseng-iseng ga ada kerjaan..
Ga tau juga mau nulis apa..
Saya pamerkan saja beberapa foto riset visual kemarin ya..
Sayang kan, udah cape foto-foto, ga dipamerin.
huehehehe..

Jadi..
selamat menikmati..


Catatan Shot

Look down

Makan siang

Bawa bekal

Nunggu jemputan

The Photographer

Jaga barang

Ngerumpi :p

Setelah rangkaian kegiatan reading selesai, hari Minggu (14/11) lalu kru 89P melakukan riset visual.
Para kru mengunjungi beberapa (calon) lokasi syuting, antara lain Cisangkuy, Taman Ganesha, Lapangan Sekeloa, Gedung Pascasarjana Unpad, dan rumah Citra (yang akan dijadikan lokasi rumah Adhel).

Di sana, Bicky (scriptwriter & director) menjelaskan adegan di lokasi tersebut, menjelaskan gambar seperti apa yang ia inginkan, sekaligus berdiskusi dengan Fadhli (Director of Photography) untuk mendapatkan angle terbaik. Yuki (Art Director) juga tak ketinggalan menyimak karena dia bertugas menyiapkan setting tempat agar tampil cantik *deuh, bahasanya!*

Yuki dan Eca (Set & Props) bantuin memperagakan adegan Adhel dan Tama di taman
Fadhli mengarahkan Lutfi (Camera Dept. Crew), ditemani Puput (Asisten Fadhli) dan Bicky
Fadhli mengambil gambar over shoulder
"Kayak gini, Bic?" tanya Fadhli
Kru lain yang hadir saat itu adalah Robby (Producer) dan Lisma (Location Manager).  
Putu (Makeup and Wardrobe) sempat datang tapi ia pamit duluan.



Seharian itu kru berjalan-jalan.
Meski sempat dihadang hujan, secara keseluruhan riset visual berjalan lancar dan sesuai rencana.

So.. what's next?
*kasih tau gak ya? kasih tau gak ya? :D*

Lihat saja nanti ;)



-Sintamilia-
Dept of Behind The Secene

Minggu ini sudah terlaksana lagi dua kali reading. Kamis (4/11) lalu adalah hari ketiga reading. Kiky (Astrada 1) tidak hadir. Meskipun begitu, kru dan pemain masih bisa menggunakan rumah tante Kiky sebagai tempat reading. Makasih, tante… :)

Steva (Astrada 2) yang sempat absen di reading kedua lalu, minggu ini selalu hadir menemani Bicky (sutradara) dan membantu mengarahkan pemain.

Pemain yang hadir hari Kamis itu adalah Uzi (pemeran Tama), Tia (pemeran Adhel), dan Anne (pemeran Chintya). Lucunya, yang di eksplor hari itu hanya satu scene, yang pemainnya cukup Tia dan Anne saja. Jadilah Uzi cuma nganggur dan nonton. Hihihihi..

Bicky mengarahkan Anne dan Tia
Pemeran Chyntia dan Adhel latihan berdialog

Keesokan harinya, Anne absen. Reading difokuskan pada adegan antara Tama dan Adhel saja. Scene yang dibahas cukup berat dan penuh emosi. Tia bahkan sampai nangis sungguhan untuk menghayati adegan marah sambil nangis (tapi tetap saja, begitu “action”, di tengah-tengah dialog Tia lupa dan akhirnya malah ketawa-tawa. Hahahaha…)

Tama mengaku pada Adhel tentang rahasia yang selama ini ia sembunyikan
Nangis

Ternyata mereka masih perlu latihan lebih banyak. Bicky dan Steva pun lalu memutuskan untuk menambah waktu reading. Setelah mencocokkan dengan jadwal Uzi dan Tia, mereka sepakat akan reading lagi hari Selasa, 9 November. Wew. Tetap semangat!



-Sintamilia-
Dept of Behind The Scene

Proses reading telah dimulai!
Hari Kamis-Jumat, 28-29 Oktober lalu, para pemain dan beberapa kru berkumpul di rumah tantenya Kiky untuk reading.

Di hari pertama, kegiatan difokuskan pada membaca dialog dengan intonasi. Dalam 4 jam reading (pukul 14.00-18.00 WIB), para pemain berhasil menuntaskan semua scene.

Suasana reading

(Memperkenalkan) Anne, pemeran Chyntia
Banyak makanan! :D
Di hari kedua, selain membaca dialog lagi, rencananya mereka juga mulai belajar mengeluarkan ekspresi. Tapi prakteknya malah lebih dari itu. Mereka langsung latihan akting.
Pemeran Tama dan Adhel latihan berdialog
Siapa yang panjang tangan? Heuheu...
Serius nonton yang lagi akting
Ceritanya Robby jadi rak buku, nih
Kiky jadi rak baju. Hohoho. Atau, jadi Mbak pramuniaga?
Reading hari kedua mulainya ngaret, dan selesainya pun ngaret. Hehehe.. Tapi lumayan, bisa menyelesaikan 18 scene. Untuk Uzi (pemeran Tama) dan Tia (pemeran Adhella), perlu reading 4x pertemuan lagi. Sementara untuk Rachim (pemeran Iyan) dan Anne (pemeran Chyntia) cukup 2x lagi saja. Oh ya, mereka juga dibiasakan dipanggil dengan nama perannya masing-masing supaya terbiasa. Jadi mulai sekarang kita panggil mereka Tama, Adhella, Iyan, dan Chyntia ya..

Pemeran orang tua Adhella dan anak kecil bernama Reza belum ditemukan nih. Dept. Penyutradaraan mulai pusing. Hmm.. ada yang bersedia bantuin?



-Sintamilia-
Dept. of Behind The Scene

Sesuai rencana, Jumat (22/10) lalu kru 89P menghadiri presentasi Lisma tentang bakal calon lokasi syuting yang telah ia cari. Kumpul-kumpul di Ngeumong ini (alhamdulillah) dihadiri oleh semua kepala departemen. 
Ini adalah  pertama kalinya (PERTAMA KALI!) semua kepala departemen (Director, Director of Photography, Art Director, Production Manager, & Director of Behind The Scene) berkumpul dalam satu kesempatan. Good. Semoga setelah ini, cita-cita Robby untuk mengumpulkan semua kru bisa tercapai (belum pernah nih ngumpul all crew 100%).

Lisma (Manajer Lokasi) sedang presentasi
Bicky (Sutradara), Kiky (Astrada 1), Steva (Astrada 2), Yuki (Penata Artistik), Laila (Manajer Produksi), dan Robby (Produser) jadi yang paling depan mengerumuni laptop, melihat foto-foto hasil hunting Lisma
Di bagian belakang ada Fadhli (Penata Kamera) dan Reza (Set & Properti). Hayo tebak, mereka menertawakan apa? :D
"Contekan" Lisma
Mendiskusikan penempatan kamera di lokasi
Alvi (Kru BTS) sempat hadir di akhir rapat, setelah dijemput Bicky :D
1.     
Jadi bagaimana hasilnya? 
Sebenarnya belum semua lokasi sudah ditemukan Lisma. 
Dari beberapa lokasi yang udah didapat, yang di-acc adalah lokasi rumah, lapangan, taman, dan tempat-tempat wisata (Tangkuban Perahu & Taman Kupu-Kupu). 
Lokasi yang lain? 
Cari lagi! Hehehehe…

Untuk lebih lengkapnya, kita tunggu laporan langsung Lisma aja ya.. :)




-Sintamilia-
Dept. of Behind The Scene

89P kedatangan anggota keluarga baru..!
Dalam acara kumpul 89P di KFC Dago tanggal 20-10-2010 lalu, hadir beberapa orang pemeran tokoh dalam Flickering Light yang telah lulus casting (Selamat!).
Siapa saja mereka? Ini dia:

Uji, pemeran Tama
Tia, pemeran Adhella
Rachim, pemeran Iyan

Pemeran Chyntia tidak hadir, dan 3 pemeran lain (ayah Adhella, Ibu Adhella, dan Reza) belum ditemukan. Heuheu.
Itu orang-orang yang di depan layar. Untuk yang di belakang layar, ada anggota baru juga loh, yaitu Ari yang bertugas membuat soundtrack film Flickering Light.
Ari *ehem* melirik Tia. Ahahaha.. Piss ah ^_^v
Kru lain yang hadir saat itu adalah... Mari mengabsen.
Bicky (Scriptwriter & Sutradara) dan Kiky (Astrada 1)
Robby (Produser) dan Lisma (Manajer Lokasi)
Yuki (Art Director sekaligus...
... "asisten pribadi" a.k.a pacarnya Rachim :p)

Oya, ada juga Ochi, "supporter" Bicky. Ahahahaha... Just kidding...
Ochi

Malam itu, Bicky membagikan skenario kepada para pemain dan menjelaskan beberapa scene. Ari juga dikasih, dan diberi penjelasan tentang scene-scene mana saja yang perlu sentuhan ilustrasi musik.

Setelah kumpul dengan para pemain selesai, acara dilanjutkan dengan rapat internal kru yang membahas tentang persiapan departemen Art, tentang cara mencari 3 pemeran lain yang belum ketemu, tentang pencarian lokasi syuting, dan lain-lain.

Pertemuan 89P berikutnya akan diadakan hari Jumat, 22-10-2010 di Jatinangor, dengan agenda utama mendengarkan presentasi Lisma tentang tempat-tempat yang ia temukan, yang berpotensi dijadikan lokasi syuting.

Beberapa hari setelah itu, 89P akan memulai proses reading.
Reading adalah membaca *ya iyyaaaalaah*. Hehe.
Maksudnya, reading adalah saat-saat dimana para pemain membaca skenario, memahami tiap scene nya, menghayati karakternya, dan mempelajari dialognya.

Wheeeww.. Semakin mendekati hari syuting, proses produksi akan semakin menarik.
So, keep following ya, guys..! :)




Foto dan tulisan oleh Sintamilia
(Department of Behind The Scene)


Casting Preparation
Laila's on screen
Departemen Penyutradaraan: Bicky, Kiky, dan Steva
Bicky pusing (?) :D
Siap di-casting
Must be cameragenic

In Action

So messy, so sleepy


Yang motret: Robby dkk
Yang ngedit foto : Steva


89P HIGHLIGHT


ShoutMix chat widget

FOLLOW US

89 PROJECT CREWs


PRODUCER

Robby Prasetyo

PRODUCTION MANAGER
Laila Ramdhini

SCRIPTWRITER SUPERVISOR
Lulu Fahrullah

SCRIPTWRITER & DIRECTOR
Bicky Perdana Putra

1st. ASSISTANCE DIRECTOR
Kiky Amalia Indria Furqon

2nd. ASSISTANCE DIRECTOR
Stevania Randalia Sembiring

DIRECTOR of PHOTOGRAPHY
Fadhli Ahmad

CAMERA DEPT. CREW
Muhammad Andhika Rahayu

CAMERA DEPT. CREW
Lutfi Muhammad

ART DIRECTOR

Yuki A. Nagarani

SET & PROPS
Reza Marza

MAKEUP & WARDROBE
Putu Ayu Andhira Santika

LOCATION & LOGISTIC MANAGER
Lisma Hardiyanti

SOUND RECORDIST
Rizky Indra Purnama

BOOMER
Immanuel Variant R.

EDITOR
Robby Prasetyo

DIRECTOR of BEHIND THE SCENE
Sintamilia Rachmawati

BEHIND THE SCENE CREW
Alvi Rahmawati

ADDITIONAL CREWs
Puput
Kasih Kisah
Ardhito Kristiono

Alam Jenuin D.
Iman Purnama

KOLOM PENDAPAT

!!! COMING UP NEXT !!!

!!! COMING UP NEXT !!!
Flickering Light casting | 1 - 3 Oktober 2010

ADMIN & KONTRIBUTOR BLOG 89 PROJECT