Dari A Sampai Z tentang Hemofilia (bagian 1)

Diposting oleh 89 Project Rabu, 06 Oktober 2010 ,

Oleh: Robby, Sintamilia
Ada 13 faktor darah yang diperlukan manusia dalam proses pembekuan darah. Penderita hemofilia kekurangan faktor VIII (hemofilia A) atau faktor IX (hemofilia B), yang membuat pembekuan darah mereka menjadi lebih lambat daripada orang normal. Sebagian besar (sekitar 85%) penderita hemofilia mengidap hemofilia A. Hemofilia A dan B memiliki pola penurunan gen dan gejala yang sama.

Berdasarkan kadar faktor darahnya, hemofilia dibedakan menjadi tiga: Berat (kadar faktor kurang dari 1% dari jumlah normal), Sedang (1-5%), dan Ringan (5-30%). Hemofilia berat dapat mengalami perdarahan internal yang spontan dan tanpa sebab. Perdarahan ini bisa terjadi beberapa kali dalam sebulan. Hemofilia sedang lebih jarang mengalami perdarahan, biasanya terjadi saat tubuh melakukan aktivitas berat. Sementara Hemofilia ringan baru akan mengalami perdarahan saat kecelakaan, operasi, atau cabut gigi.

Carrier (pembawa sifat) hemofilia adalah wanita. Jika wanita carrier hemofilia menurunkan gen itu pada anak laki-laki (kemungkinannya 50%), maka anak laki-laki itu akan mengidap hemofilia.
Jika gen itu diturunkan pada anak perempuan (kemungkinannya juga 50%), maka anak perempuan tersebut menjadi carrier hemofilia.
Hampir semua penderita hemofilia adalah laki-laki, karena perempuan hanya carrier. Perempuan bisa mengidap hemofilia jika ibunya carrier dan ayahnya hemofilia.

Defisiensi faktor darah pada penderita hemofilia paling banyak adalah karena keturunan. Namun ada pula acquired hemofilia, atau hemofilia yang didapat. Orang yang mengalami acquired hemophilia tidak mewarisi hemofilia secara genetik, melainkan di dalam tubuhnya terbentuk antibodi terhadap faktor VIII atau mutasi genetis.


Engsel, adalah sendi pada lutut, pergelangan kaki, dan siku yang paling mudah rusak. Sendi engsel hanya mempunyai sedikit perlindungan tekanan dari samping. Karenanya, sering terjadi perdarahan di daerah-daerah tersebut. 



Faktor VIII atau IX yang kadarnya sangat kurang dalam darah penderita hemofilia, dapat diatasi dengan memasukkan faktor pembeku ke dalam pembuluh darah secara rutin. Faktor pembeku dapat ditemukan antara lain pada konsentrat faktor yang dibuat dari darah manusia atau rekayasa genetik (disebut rekombinan), dan transfusi plasma berupa Cryoprecipitate (faktor VIII) atau Fresh Frozen Plasma (faktor IX.)

Gejala yang paling mudah terlihat dari hemofilia adalah perdarahan luar yang sulit berhenti dan pembengkakan sendi. Namun, gejala lain yang penting untuk diketahui karena berbahaya adalah perdarahan internal di kepala, tenggorokan, perut, dan sekitar paha.
Gejala perdarahan di kepala: sakit kepala hebat, muntah, mengantuk, bingung, penglihatan kabur, keluar airan dari hidung & telinga, dan terasa lemah pada tangan, kaki, dan wajah.
Gejala perdarahan di tenggorokan: sulit bernafas, bengkak.
Gejala perdarahan di perut: muntah darah, ada darah pada feses, sakit perut yang tak kunjung sembuh, terasa lemah dan pucat.
Gejala perdarahan di paha: nyeri di daerah paha, mati rasa, atau tidak mampu mengangkat kaki.

Hemophiliac adalah istilah yang dapat digunakan untuk menyebut orang penderita hemofilia.

Sumber gambar: Aesculapia

1 Responses to Dari A Sampai Z tentang Hemofilia (bagian 1)

  1. Obbye Says:
  2. Walah dibagi 3 chapter neh??? mantabbbb....

     

Posting Komentar

89P HIGHLIGHT


ShoutMix chat widget

FOLLOW US

89 PROJECT CREWs


PRODUCER

Robby Prasetyo

PRODUCTION MANAGER
Laila Ramdhini

SCRIPTWRITER SUPERVISOR
Lulu Fahrullah

SCRIPTWRITER & DIRECTOR
Bicky Perdana Putra

1st. ASSISTANCE DIRECTOR
Kiky Amalia Indria Furqon

2nd. ASSISTANCE DIRECTOR
Stevania Randalia Sembiring

DIRECTOR of PHOTOGRAPHY
Fadhli Ahmad

CAMERA DEPT. CREW
Muhammad Andhika Rahayu

CAMERA DEPT. CREW
Lutfi Muhammad

ART DIRECTOR

Yuki A. Nagarani

SET & PROPS
Reza Marza

MAKEUP & WARDROBE
Putu Ayu Andhira Santika

LOCATION & LOGISTIC MANAGER
Lisma Hardiyanti

SOUND RECORDIST
Rizky Indra Purnama

BOOMER
Immanuel Variant R.

EDITOR
Robby Prasetyo

DIRECTOR of BEHIND THE SCENE
Sintamilia Rachmawati

BEHIND THE SCENE CREW
Alvi Rahmawati

ADDITIONAL CREWs
Puput
Kasih Kisah
Ardhito Kristiono

Alam Jenuin D.
Iman Purnama

KOLOM PENDAPAT

!!! COMING UP NEXT !!!

!!! COMING UP NEXT !!!
Flickering Light casting | 1 - 3 Oktober 2010

ADMIN & KONTRIBUTOR BLOG 89 PROJECT