Dari A Sampai Z tentang Hemofilia (bagian 2)

Diposting oleh 89 Project Kamis, 07 Oktober 2010 ,

Inhibitor merupakan salah satu komplikasi yang dapat terjadi pada penderita hemofilia. Suatu inhibitor terjadi jika sistem kekebalan tubuh menganggap konsentrat faktor VIII atau IX sebagai benda asing, lalu menghancurkannya. Hal ini sangat fatal, karena konsentrat faktor tidak lagi efektif, maka perdarahan tidak akan berhenti. Penderita hemofilia dengan inhibitor dapat menjadi cacat karena perdarahan sendi, dan dapat meninggal jika terjadi perdarahan berat.

Johann Lukan Schonlein (1793-1864) adalah seorang dokter asal Jerman yang pertama kali memperkenalkan istilah haemophilia. Murid Schonlein yang bernama Hopff, adalah orang yang pertama kali menggunakan istilah tersebut tahun 1828.

Karena faktor pembeku yang diberikan kepada penderita hemofilia terbatas masa berfungsinya, pengobatan dan perawatan hemofilia harus dilakukan sepanjang hidupnya.

Laki-laki penderita hemofilia tidak wajib disunat. Hal ini telah disepakati oleh para ulama. 

Mengabaikan memar dan luka pada penderita hemofilia bisa berakibat fatal. Semakin parah perdarahan, semakin banyak faktor pembeku yang diperlukan. Perdarahan tidak boleh dibiarkan karena pengobatannya akan menjadi berlarut-larut, lebih lama, dan lebih mahal.

Nyeri, merah, dan bengkak pada sendi menandakan adanya perdarahan pada daerah tersebut. Jika perdarahan sendi tidak ditangani dengan baik, dapat menyebabkan cacat. Karena itu, penderita hemofilia harus mengendalikan aktivitasnya agar tidak berlebihan.

Olahraga perlu dilakukan penderita hemofilia untuk menjaga otot dan sendi agar tetap kuat. Penderita hemofilia ringan dapat melakukan hampir semua jenis olahraga, termasuk sepakbola. Namun, untuk penderita hemofilia berat, sepakbola bisa menimbulkan perdarahan hebat. Renang adalah olahraga dengan risiko sangat ringan yang banyak dianjurkan untuk para penderita hemofilia.




Perawatan hemofilia tidak hanya pengobatan fisik, namun juga pelatihan edukasi emosional/psikologis. Hal ini disebabkan sebagian besar anak dan remaja penderita hemofilia merasa kurang percaya diri dan menarik diri dari pergaulan. Pendampingan dari orang-orang terdekat sangat penting.

Queen Victoria (1837-1901) dari Inggris adalah seorang carrier hemofilia. Ia menurunkan gen tersebut pada anak laki-lakinya, Leopold, dan dua anak perempuannya, Alice & Beatrice (carrier). Leopold meninggal pada usia 31 tahun karena perdarahan otak, sementara Alice & Beatrice menyebarkan penyakit tersebut ke Spanyol, Jerman, dan Keluarga Kerajaan Rusia. Karena itulah hemofilia disebut The Royal Disease.

Sumber gambar: tribunnews.com

0 komentar

Posting Komentar

89P HIGHLIGHT


ShoutMix chat widget

FOLLOW US

89 PROJECT CREWs


PRODUCER

Robby Prasetyo

PRODUCTION MANAGER
Laila Ramdhini

SCRIPTWRITER SUPERVISOR
Lulu Fahrullah

SCRIPTWRITER & DIRECTOR
Bicky Perdana Putra

1st. ASSISTANCE DIRECTOR
Kiky Amalia Indria Furqon

2nd. ASSISTANCE DIRECTOR
Stevania Randalia Sembiring

DIRECTOR of PHOTOGRAPHY
Fadhli Ahmad

CAMERA DEPT. CREW
Muhammad Andhika Rahayu

CAMERA DEPT. CREW
Lutfi Muhammad

ART DIRECTOR

Yuki A. Nagarani

SET & PROPS
Reza Marza

MAKEUP & WARDROBE
Putu Ayu Andhira Santika

LOCATION & LOGISTIC MANAGER
Lisma Hardiyanti

SOUND RECORDIST
Rizky Indra Purnama

BOOMER
Immanuel Variant R.

EDITOR
Robby Prasetyo

DIRECTOR of BEHIND THE SCENE
Sintamilia Rachmawati

BEHIND THE SCENE CREW
Alvi Rahmawati

ADDITIONAL CREWs
Puput
Kasih Kisah
Ardhito Kristiono

Alam Jenuin D.
Iman Purnama

KOLOM PENDAPAT

!!! COMING UP NEXT !!!

!!! COMING UP NEXT !!!
Flickering Light casting | 1 - 3 Oktober 2010

ADMIN & KONTRIBUTOR BLOG 89 PROJECT