SAATNYA BERBURU BAKAT-BAKAT AKTING - [CLOSED]

Setelah lama menggodok cerita, INI SAATNYA!!! Kami mengundang bakat-bakat akting untuk mengisi peran-peran dalam film pendek berjudul DLICKERING LIGHT & menjadi keluarga besar 89 Project.

!!!CATAT!!!

1 - 2 Oktober 2010 @ Sekertariat PSM UNPAD - Dipatiukur Bandung | 09:30 - 16:00 WIB

3 Oktober 2010 @ Ngeumong cafe & library | Jatinangor | 09:30 - 16:00 WIB

jangan lupa ya kasih tau keluarga, ayah, ibu, kakak, adik, teman, tetangga, pacar... atau siapa saja.

Terima kasih atas dukungan & kunjungan Teman.

Salam Hangat - | 89 Project

HEMOPHILIA A to Z

(H)emophiliac adalah istilah yang dapat digunakan untuk menyebut orang penderita hemofilia.

(E)ngsel, adalah sendi pada lutut, pergelangan kaki, dan siku yang paling mudah rusak. Sendi engsel hanya mempunyai sedikit perlindungan tekanan dari samping. Karenanya, sering terjadi perdarahan di daerah-daerah tersebut.

(M)engabaikan memar dan luka pada penderita hemofilia bisa berakibat fatal. Semakin parah perdarahan, semakin banyak faktor pembeku yang diperlukan. Perdarahan tidak boleh dibiarkan karena pengobatannya akan menjadi berlarut-larut, lebih lama, dan lebih mahal.

(O)lahraga perlu dilakukan penderita hemofilia untuk menjaga otot dan sendi agar tetap kuat. Renang adalah olahraga dengan risiko sangat ringan yang banyak dianjurkan untuk para penderita hemofilia.

SELAMAT DATANG DI BLOG 89 PROJECT

Blog 89 Project akan mengajak kita masuk lebih dalam tidak hanya proses belakang layar film pendek berjudul "Flickering light" semata, namun akan lebih jauh mengetahui informasi tentang hemofilia, atau fakta-fakta menarik tentang dunia "darah".

Blog ini didedikasikan sepenuhnya untuk menunjang penyebarluasan informasi tentang 89 Project dan hemofilia.

Terima kasih atas dukungan & kunjungan Anda.

Salam Hangat - | 89 Project

SMITH STORY

"About seventy or eighty years ago, a woman by name of Smith, settled in the vicinity of Plymouth, New Hampshire, and transmitted the following idiosyncrasy to her descendants. It is one, she observed, to which her family is unfortunately subject, and had been the source not only of great solicitude, but frequently the cause of death. If the least scratch is made on the skin of some of them, as mortal a hemorrhagy will eventually ensue as if the largest wound is inflicted. (…) So assured are the members of this family of the terrible consequences of the least wound, that they will not suffer themselves to be bled on any consideration, having lost a relation by not being able to stop the discharge occasioned by this operation." -(Otto JC. The Medical Repository. 1803;Vol VI (No 1):1-4)-

ROYAL DISEASES

Hemofilia seringkali disebut dengan "The Royal Diseases" atau penyakit kerajaan. Ini di sebabkan Ratu Inggris, Ratu Victoria (1837 - 1901) adalah seorang pembawa sifat/carrier hemofilia. Anaknya yang ke delapan, Leopold adalah seorang hemofilia dan sering mengalami perdarahan. Keadaan ini di beritakan pada British Medical Journal pada tahun 1868. Leopold meninggal dunia akibat perdarahan otak pada saat ia berumur 31 tahun. Salah seorang anak perempuannya, Alice, ternyata adalah carrier hemofilia dan anak laki-laki dari Alice, Viscount Trematon, juga meninggal akibat perdarahan otak pada tahun 1928.

SUDAH MEMILIKI OST

"The journey" telah resmi jadi Original Soundtrack Flickering Lighy. Lagu ciptaan Hetza Fadilah atau lebih akrab di panggil Eca ini memang dipesan khusus. Bersama rekan duo dalam "The Foppish", Ari (Ari Toma) berhasil menterjemahkan FL dalam rasa yang berbeda, lirik dan melodi.

Lagu lain yang akan tak kalah oke adalah "Unreal Hope". Bertema kegalauan, Unreal Hope menjadi representasi perasaan Adhella yang paling dalam

Untuk mengunduh, silahkan Klik ikon di side bar

>THE FOPPISH FANS PAGE

Salam Hangat - | 89 Project


Sebelum kita masuk, hayo tebak apa maksud “4i” di atas. Kalo uda dipelototin ga nemu juga apa maksudnya, berarti kalian mesti baca tulisan gw ini. Di dalamnya secara implisit terdapat makna dari “4i” tsb. Selamat berjuang ^_^v


Saya, Olahraga, n’ Negatif Thinking
Ok, pertama, kita bahas sekilas aja beberapa tentang olahraga. Mempercepat pembakaran kalori, alias tenaga kita jadi lebih cepat habis, hem.

Membakar lemak dan menguruskan badan, ini satu hal yang sangat tidak gw butuhkan. Berat gw sekarang aja ga bisa lebih dari 53kg, padahal tinggi badan 172cm, kebayang kan, jadi kaya tiang, hikss.

Lalu, olahraga mempercepat kita kehilangan cairan tubuh karena berkeringat, kita jadi harus beli pocari, mizone, atau lain sejenisnya, yang akhirnya mempercepat kita kehilngan cairan dompet juga. Untuk anak kost ini masalah serius loh.

Olahraga juga menyita waktu kita bersama pacar, menyita waktu kita menyelesaikan game PC terbaru, membuat kita kecapean sampe ga sempat baca buku, dan banyak hal-hal ga enak lain yang datang dari olahraga.

See? See...? kalo gw sih merasa olahraga adalah makanan ke-empat. Makanan yg diperlukan saat gw ga kenyang dalam 3 kali makan sehari, n that’s impossible. (emang agak maksa sih, hehe... ^_^)


Saya, Olahraga, n’ Bad things
Baiklah, biar ga merasa dibohongi, sejujurnya sesi ini bagian curhat. So what, kan gw yg nulis, weee.

Actually, gw terlahir normal. Emang agak kecil, berat bersih lahir gw 2kg, hikss. Dan sejak lahir sedikit mengalami masalah paru2 hingga berlanjut sampai umur 9 tahun. Tapi overall, sehat walafiat.

Semasa kecil gw masih suka ikut2an nendangin bola, kadang main bulutangkis sama Ayah, kadang berenang, tapi sendirian, nyari temennya di kolam. Tapi berenangnya juga cuma main air. Kadang main layangan yang pake buntut panjang banget, biar stabil (eh layangan masuk olahraga ga?). Masuk lah, kan mesti lari2 tuh ngejarnya kalo putus, wehehehe.

Ga berlangsung lama, hingga gw menyadari, kalo gw jauh lebih cepat cape dari teman2 yg lain. Gw selalu bertanya kenapa mereka punya stamina hebat2 gitu, ya jelas mereka ga ngerti. Karena ternyata mereka adalah biasa-biasa saja. Gw yg drop dalam stamina, sejak saat itu gw selalu jadi kiper, walau sama aja ga bakatnya.

Ga pernah sekalipun gw main bola minta jadi penyerang atopun gelandang. Seringnya jadi back, lebih sering jadi kiper, lebih seringnya lagi cuma nonton.

Semua itu berhubungan dengan, gw temukan satu hal lagi. Ternyata gw ga ada bakat dalam olahraga, apapun, (T_T). Kalo main bola gw bisanya cuma clearing (itu loh, cpet2 nendang bola biar menjauh dari gawang kita). Ga pernah bisa ngegocek, atopun dribel lebih dari 1 meter. Kalo udah megang bola, rasanya deg-degan terus, takut lakuin kesalahan bodoh, dan gw diketawain.

Alhasil, tim yang ada gw lebih sering kalah. Kalopun menang, mereka sebelumnya berjuang extra keras sampe ubun-ubun untuk mengcover kesalahan2 gw. Menyadari itu, gw perlahan2 menarik diri dari olahraga, ga enak selalu jadi beban yg skillnya ga naik level juga.

Itu ga cuma terjadi dalam bola, tapi juga basket, bulutangkis, voli, tenis meja, dll (kalo emang masih ada olahraga yg bisa dilakuin di Indonesia). Akhirnya, gw mulai ga suka olahraga sejak masuk SMP. Karena skill gw, stamina gw, bahkan ga bisa ngejar orang normal. Hufh, emang ga bakat.

Dalam hal layangan juga. Layangan gw selalu putus sama orang lain. Dan kalo putus, gw beli lagi yg baru, emang itu yg disuruh Ibu dulu, “ga usah kejar2, tar ibu beliin yg banyak” gtu.

Layangan gw selalu pake buntut panjang bgt, kata Ayah biar stabil. Trus gw tanya, kalo biar stabil, kenapa orang2 ga pada pake buntut juga? Seinget gw waktu itu ga ada jawaban yg konkret.

Waktu gw main layangan bareng tmen2, eh gw diketawain, katanya buntutnya kepanjangan, ntar ga bisa gerak. Hah?! Gerak untuk apa, tanya gw. Ternyata, ya Tuhan, esensi main layangan itu adalah layangannya bisa bergerak luwes, dan bertarung dengan layangan lain, sampe salah satu putus, lalu yg putus itu dikejar sebagai tropi.

Lalu gw coba pake layangan yang ga ada buntut. Astaga!!! Susah banget! Nerbanginnya aja susah minta ampun, terus pas udah sampe atas itu muter2 ga jelas lalu jatoh lagi. Layangan jadi terasa ringan banget, ga stabil, dan expectasi pengendalian yang diminta adalah mustahil bagi gw.

Selama ini gw pikir; layangan terbang, stabil di tempatnya, dipegangin deh benangnya, sambil berdiri anteng, duduk2 juga bisa, adalah cara main layangan yg benar.

Dipikir2, so what, gw bisa main dengan cara gw sendiri. Tapi saat itu di lingkungan gw cara mainnya begitu, dan gw udah gede, dan ga bisa cara main itu, dan itu adalah hal yang sesungguhnya sangat memalukan. Jadi, gw mundur dari dunia perlayangan.


Olahraga n’ Hemofilia
Ga ada yg bilang kalo olahraga itu ga penting. Ga ada kan, ga ada… ga ada wee… (ceritanya ga merasa). Secara pikiran normal, olahraga pasti banyak manfaatnya. Ga perlu lah dibahas satu-satu. Tapi salah satu aja, yg dekat dengan hemofilia.

Olahraga ternyata membuat otot menjadi lebih kuat. Termasuk menjadi lebih kuat menghadapi, menanggulangi ataupun mencegah pendarahan pada otot. Itu yg gw tau pasti. Yg ga pasti mungkin banyak banget.

Kalau kaitannya dengan stamina, daya tahan tubuh, ga gampang sakit, dan sejenisnya, semua positif (+). Banyak yg bilang (sebenarnya yg bilang ini Yudi, temen kostan yg rajin olahraga) olahraga bikin badan ga gampang sakit dan ga gampang pegal2.

Seandainya itu benar (dan gw percaya itu benar, walau belum pake dalil medis), berarti olahraga adalah satu diantara hal yg sangat dibutuhkan penderita hemofilia.

Coba cek, ga gampang pegal, dalam bahasa hemofilia adalah ga gampang ‘terjadi pendarahan internal pada otot’. Bukankah itu bagus banget.

Meningkatkan stamina, bisa dibilang memperpanjang limit waktu tubuh dalam merespon aktivitas secara normal dan sehat. Bukankah bagus tuh, jadi ga gampang capek (sepertinya kalimat ini lebih sederhana).

Dan tentunya masih banyak lagi manfaat olahraga, yg akan sangat membantu penderita hemofilia. Tapi ada satu kabar buruk untuk hal ini. Jika kita ingat sedikit, penderita hemofilia sangat rentan terhadap benturan dan aktivitas fisik yang berlebihan.

Dan, di dunia mana ada olahraga yg bukan aktivitas fisik. (di bumi ada weee, catur). Tapi tetap aja bukan itu masalahnya. Masalahnya adalah, hal itu membuat (penyakit) hemofilia sampai saat ini masih bermusuhan dengan sepak bola, bola basket, rugby, tinju, baseball, tenis meja, gulat, bulutangkis, voli, dan teman2.

Satu-satunya olahraga yg disarankan dokter bagi penderita hemofilia adalah renang. Tapi kata salah satu teman hemofili bukan sembarang renang juga. Renang seperti apa gw belum tau pasti, yg pasti bukan renang gaya nyeruduk dinding kolam tentunya, hehehe.


It’s Ok Buddy
Hemofilia memang bukan penyakit “ga bakat olahraga” seperti yg gw alami. Ada alasan yg lebih rasional n terhormat dari gw, yg sudah sama2 kita ketahui.

Tapi paling ga, ada lah sedikit kesamaan gw dalam hal jauh dari olahraga. Jadi bisa dibilang gw merasakan sedikit apa yg teman-teman hemofili rasakan.

Teman-teman hemofili ga main bola bukan karena ga mau atau ga bakat, tapi ga boleh. Memaksa main bola bagi mereka, harganya adalah 20 juta rupiah (suntikan).

Atau bisa dibarter dengan rasa sakit nyeri selama seminggu, tanpa henti walaupun sedang tidur, dan berusaha tidur, itupun kalo bisa tidur, dan sangat besar resikonya terhadap keselamatan hidup mereka.

Penggambaran rasa sakit dari pendarahan internal kronis yg terjadi adalah; Seorang dokter hingga memberikan obat penahan sakit yang mengandung morfin, kepada seorang teman hemofili di Bandung, yg mengalami pendarahan di siku.

Can you imagine. Morfin itu kan obat yang dipake saat perang. Untuk meredakan rasa sakit tentara yang nginjek ranjau dan kakinya putus, kena granat dan tangannya putus, kena bom dan setengah badannya hilang. (maaf klo penggambarannya agak sadis)

Dan benda itu dipake untuk menghilangkan rasa sakit pendarahan pada hemofilia. Gw rasa itu tingkat rasa sakit yang ga akan hilang hanya dengan sebotol aspirin ataupun parasetamol. Gw rasa kalian juga merasa begitu bukan?

Hal itu membuat teman-teman hemofilia jauh dari dunia olahraga. Dan kalau mau dilihat lebih teliti lagi, jauh dari dunia pergaulan pada umumnya.

Naik gunung yuk, (lo mau bunuh gw?). Jalan2 ke mall yuk, (jln2 ke mall artinya muter2 seharian berkilo-kilometer on foot, negative). Lo kenapa ga ikut outbond fakultas? (umm...). Ah lo mah ga asik diajak ngapa2in ga mau, (ekh...hufh...) ...
....
....
....
It’s ok buddy... gw juga ga suka olahraga kok, olahraga itu ga terlalu penting lagi. Gw juga paling males nemenin org jalan2 ke mall, capek n ga ada hasil juga. Outbond, ospek, dsbg, itu mah cuma akal-akalan sekolah untuk narik duit siswa, bagus juga antipati sama hal itu kan.

It’s ok... ga harus main bola untuk dapet temen. Ga harus jadi pemain basket untuk dapet cewe-cewe cantik. Ga harus ikut outbond untuk dapet bestfriend n’ true love. Ga perlu jalan2 ke mall untuk terus menjalin persahabatan. Iya kan?

Kita bisa main game online bareng, main Point Blank, main Dota, atau yg baru itu H.O.N.. Kita bisa main Winning Eleven atau PES bareng. Kita bis bikin film animasi atau film beneran, tar gw ajarin dikit2 cara ngedit. Gw juga belum terlalu ahli sih, tapi itu malah bagus kan, kita jadi bisa belajar bareng.

Dan banyak juga tawa dan ceria yg bisa kita bagi. Banyak juga pengalaman menyenangkan yang bisa terjadi. Ga kalah sama mereka yg gemar main basket dan rugby. Ga kalah sama mereka yg gemar jalan2 dan makan. Hidup kita juga bisa menyenangkan, dengan cara kita sendiri tentunya kan.

Tenang kawan, mulai sekarang kalian ga akan lagi kesepian. Karena akan ada kami di sini tentunya, yang sedang berjuang untuk sebuah kontribusi kecil, juga orang-orang yang mendukung perjuangan kecil tersebut dengan berbagai hal, juga orang-orang yang mengunjungi site kami dan mulai aware terhadap kalian.

Gw yakin, kami semua di sini siap menjadi teman kalian, kapanpun kalian butuhkan. Kami siap mengerti dan memahami kalian. Dan kami siap memberitahu dunia agar ikut memahami kalian. Bukankah begitu?


It’s ok buddy, you are not alone now...
(from the deepest of our heart)
(from the highest of love can be)

89 Project
_bicky_

Ga mau kalah dengan kru lain yang lebih banyak nulis di Blog, saatnya angkat biacara.

Senin 20 April kemarin, beberapa jam sebelum kumpul story development pertama, Gw dan Bicky berkunjung ke “Yayasan peduli hemofilia” di Jln. Rd. Abdul Rahman Saleh) No. 93A/72 Bandung. Tentu untuk memberi kabar progres 89 project (baca = eight–nine project atau proyek 89...). Yaps selama ini memang kami (89 Project) terus menjalin komunikasi dengan berbagai lembaga/yayasan baik dengan konsentrasi khusus hemofilia seperti YPH (Yayasan peduli hemofilia) di Bandung dan HMHI (Himpunan masyarakat hemofilia Indonesia) RSCM Jakarta maupun NGO (non-government organization) seperti SoI (Source of Indonesia) dari Medan. Tentu tidak lain dan tidak bukan, jalinan komunikasi ini bertujuan sebagai wahana sharing dan distribusi. Seperti tantangan baru, 89 project ingin menghasilkan karya fiksi namun base on research. Larangan keras 89 project menampilkan hal-hal yang tidak sesuai riset ”jadi komunikasi dengan “dunia hemofilia” adalah wajib.

Balik lagi ke kunjungan YPH. Sesi sharing masih bersama mas Chandra Galih Permana selaku pendiri (ketua) YPH yang bersedia cerita tentang sekelumit perjalanan hidupnya, banyak kejadian2 unik, ada sedih namun banyak juga lucunya. YPH sendiri lahir sekitar tahun 2005 (CMIIW ya mas Chandra) melihat kesulitan dalam melakukan treatment hemofilia di Bandung saat itu, maka mas Chandra berinisiatif mendirikan YPH. Dengan member sekitar 130 orang seluruh jawa barat atau sekitar 70 orang untuk daerah Bandung sendiri. YPH berusaha memberikan fasilitasi treatment agar teman-teman hemofilia mudah mengakses pengobatan terutama bagi mereka di daerah-daerah, dengan harapan tingkat kecacatan berkurang. Jika menganut perbandingan 1:10.000 (Sumber World federation of Hemophilia) setidaknya ada 3.800 penderita hemofilia dari 38.965.440 jiwa di Jawa barat (data pusat statiustik, 2005), Jika perbandingan WFH benar maka kurang dari 1/30 saja yang tercatat. masih jauh dari harapan? Ya tentu, itulah salah satu motivasi 89 project tetap bertahan.

Bisa dibilang seluruh pihak menyambut positif 89 project (minimal sampai tulisan ini dibuat), semua memberikan dukungan, semangat, komentar, saran, masukan. Sebagian mendukung dengan berbagi cerita (sharing pengalaman) dan ada juga yang mengizinkan nama lembaga/yayasan-nya tercantum di media publikasi 89 project, “Yayasan peduli hemofilia” dan “Perhimpunan hemofilia jawa barat” sudah memulai.

Ikut curcol (curhat colongan) seperti kru lain. Dukungan langsung YPH dan PHJB membuat Kami seperti sedang bermain babak final “Piala Thomas & Uber”. Ada beban sangat besar dengan berbagai ekspektasi dan harapan, disisi lain ada luapan semangat untuk mewujudkan harapan besar tadi.

Terima kasih kepada mas Chandra Galih Permana, YPH, PHJB dan semua pihak yang telah mendukung langsung maupun tidak langsung, melalui saran dan doa (founding juga sangat kami harapkan...)

Pagi yang mendung dengan suara2 palu namun ditemani lagu OST MGS yang menggebu-gebu!!!! Have a nice life :-))

- Robby Prasetyo | scprasetyo@gmail.com -


Kalau pada pertemuan sebelumnya Lulu punya 3 ide cerita, maka pada pertemuan kali ini kami sudah fokus membahas satu cerita terpilih. Meskipun demikian, Lulu masih membutuhkan waktu untuk melengkapi cerita secara keseluruhan. Ia ingin melakukan wawancara langsung dengan penderita hemofilia.

Hal yang membuat Lulu merasa sangat sulit adalah, bahwa ia merasa banyak hal tentang hemofilia yang ingin disampaikan melalui film ini. Namun, karena ini adalah film pendek yang durasinya sangat terbatas, maka banyaknya informasi tersebut harus dipilah dan dipilih dengan seksama.

Selain membahas tentang cerita, Robby juga membahas tentang penjadwalan. Kapan sinopsis dan treatment harus selesai, kapan final draft harus jadi, kapan bisa casting dan menyiapkan perlengkapan..
dan akhirnya berlanjut pada..

kapan open recruitment crew?

Bicky langsung meminta saran siapa yang cocok mendampinginya sebagai asisten sutradara. Kriteria yang ia berikan adalah: manis, pake jilbab, jomblo, kenal dekat dan mengerti dirinya, berbakat, berpotensi, dan tentunya berpengalaman dalam produksi film.

Akhirnya, keluarlah satu nama calon kuat.
Kita tunggu saja, kapan si calon akan dilamar :p

Robby diam-diam telah melamar seorang produser pelaksana.
Siapakah dia?
Yang pasti, Lulu memberi saran bahwa 'si doi' akan lebih cocok menjadi Unit Production Manager.
Selain itu, Robby juga sudah memegang nama calon untuk menjadi Director of Photography (DOP).

Kalau produser dan sutradara telah menemukan calon asistennya,
bagaimana dengan sutradara Behind The Scene? Perlukah pendamping?

Jawabnya: "Tentu. Perlu pendamping hidup."


- Sintamilia, yang sedang corat coret, mencari gaya penulisan BTS yang asik dibaca dan informatif. So, mohon komentarnya yah..-


Hem, ok, kita semua tau kalo nyamuk itu menghisap darah, check. Kalo nyamuk itu ada betina ada jantan, check. Kalo nyamuk bunyinya kaya ambulan mini “nguing-nguing”, check.

Tapi, kalo nyamuk itu suka daun n’ buah? Kalo nyamuk itu bawa gergaji kemana-mana? Kalo nyamuk itu ga makan darah? Hem, ok, ini saat dimana kita mulai sedikit “hah?!”.



Hah?!
Betul sekali. Pertama, nyamuk itu ga sekedar berbagi kelamin jadi jantan n betina, tapi juga berbagi job. Seperti binatang pada umumnya, dalam spesies nyamuk ga ada emansipasi, jadi ga ada nyamuk jantan jaga anak n nyamuk betina cari nafkah. Atau muncul nyamuk betina yg bisa panjat tebing n angkat besi. Paling ga itu kabar terakhir yg gw tahu.

Actually, pembagian job antara nyamuk jantan n betina adalah sederhana. Kerjaan jantan adalah membuahi betina, makan, n bersenang-senang. Kerjaan betina adalah dibuahi jantan, hamil, cari makan, merawat janin dalam kandungan, dan bertelur.

Hem, emang sedikit timpang. Tapi jangan marah dulu, kata nyamuk jantan “dengan tampang kaya gitu, mana bisa gw bedain mana yg abis gw kawinin mana yg bukan”. Wakakakak, just kidding.

Nah, pembagian job ini berpengaruh besar pada penghisapan darah yg dilakukan nyamuk. Sebelum itu, tahu ga kalo, nyamuk ga mengkonsumsi darah yang dia hisap. Lah terus?!

Bukan sekedar iseng, hobi, atau semua bangsa nyamuk terlahir anemia. Penghisapan darah oleh nyamuk dilakukan untuk tujuan yang jauh lebih mulia, menghidupi calon buah hati.

Buku yang gw baca semasa SMA bilang, darah itu digunakan untuk menghangatkan telur. Itu karena nyamuk adalah hewan berdarah dingin. Apa itu hewan berdarah dingin?

In fact, darah kita itu hangat, karena manusia itu tergolong makhluk berdarah panas. Jadi sebenernya target nyamuk tuh bukan cuma manusia, tapi semua yg berdarah panas. Gw merasa lega, karena ular ga pernah digigit nyamuk, kan kasian tuh, gimana coba cara garuknya, bisa2 mati ketusuk racun sendiri, hahaha.

Sumber lain mengatakan, nyamuk sesungguhnya membutuhkan protein dalam darah untuk memberi nutrisi pada telurnya. Hal tersebut karena makanan nyamuk adalah sari buah dan tumbuhan, (baik jantan maupun betina).

Sialnya, sari tersebut tidak mengandung protein sama sekali, dan tubuh nyamuk ga bisa membuat protein sendiri. Karena itu nyamuk butuh darah untuk memenuhi kebutuhan protein si buah hati tsb.

Benar sekali, karena alasan ini, hanya nyamuk betina lah yg menghisap darah, karena nyamuk jantan ga punya kepentingan dengan darah. Kenyataannya anatomi tubuh nyamuk jantan dan betina juga beda. Nyamuk jantan cuma punya mulut, ga punya pipa untuk nyedot darah kaya nyamuk betina.

Nah, masalah pipa ini sebenarnya juga hal yang banyak kesalahpahaman. Selama ini kita mengira pola penghisapan nyamuk seperti jarum suntik. Sama sekali berbeda, sesungguhnya nyamuk membedah kulit kita.

Nyamuk menentukan mana spot yang tepat menggunakan berbagai sensor yang dia miliki. Jadi ga asal gergaji tuh, takut malpraktek kaya Omni (ups...)

Setelah dapet spot asik hasl investigasi maksimal, nyamuk kluarin gergaji dan siapin air liur. (Jangan tanya gw dimana selama ini dia nyimpen gergaji itu). Mulailah dia membedah kulit kita sampe nembus ke pembuluh darah.

Nah kurang ajarnya, pembuluh darah yang udah kebuka itu diludahin ama nyamuk. Tujuannya mengusir faktor pembeku oleh suatu zat yg terkandung di dalam liur nyamuk. Untung zat tsb ga terkandung dlm air kencingnya ya, wakwakwakwak...

Udah lubangnya terbuka, kluarin deh pipa untuk sedot-sedot ampe puas, terus kabur. Nah gatel2 yg terjadi diakibatkan air liur nyamuk yg ketinggalan di luka. Tubuh secara alami mengklasifikasikan air liur itu sebagai benda asing yg ada di dalam tubuh, timbullah alergi, gatel dan membengkak.

Hem, itu keliatannya emang ribet bgt kan? Emang betul ribet, tapi kerennya nyamuk bisa melakukan semua itu dengan cepat, teliti, akurat, dan (lebih sering, kalo belum sempat ketepok) sukses. Jadi bisalah kita anugerahkan nyamuk sebagai ahli bedah terbaik dunia hewan. Setuju!!!

Kesimpulannya, nyamuk yg suka rese di dalam rumah kita adalah nyamuk betina (sedang berjuang menghidupi penerusnya). Sedangkan nyamuk yg ada di kebun depan halaman rumah adalah jantan (sedang bersenang2), dan, perawan (mungkin, wekekekeke).

Tapi sepertinya gw n kalian belum cukup kelebihan waktu luang untuk membedakan mana yg betina mana yg jantan. Kalo nemu nyamuk langsung tepok aja, ga usah lah diinterogasi dulu, hohoho...


Epilog
Nah, kayanya cukup segitu aja. Soalnya udah diprotes Sinta karena tulisan gw sebelumnya terlalu panjang (T_T). Emang tulisan gw kali ini ga terlalu berhubungan sama hemofilia. Cuma selentingan lewat, sedikit memperluas wawasan, serta bikin hidup makin ribet dan memusingkan. Cukup lah ya, membuat kalian kembali menengok 89 Project dan liat-liat sekilas apa yg baru dan udah sampe mana perkembangan 89.

N jangan lupa yah kunjungin juga fb na jg. Tq, n slamat menikmati hidup,


Kesimpulan
“Pak, kalo seorang ibu hamil yg berjuang untuk calon anaknya itu termasuk jihad bukan?”
“Ya jelas,” pa ustad.
“Jadi kalo mati dalam keadaan itu masuk surga yah?”
“Betul sekali,” pa ustad.
“Pa ustad pengen masuk surga ga?”
“Ya iyalah, semua manusia pasti ingin masuk surga,”
“Waduh! Kalo gitu siap2 autan Pak, karena saya yakin di sana bakal banyak nyamuk,”
“?!”

Wakwakwakwak... Seeya...

_bicky_


Sumber gambar : istockphoto.com

01. INT. Ngeumong Café Jatinangor. Sore (17.00-18.00 WIB)

Saya duduk di sebelah Robby, mendengarkan dia yang sedang berdiskusi serius dengan Lulu. Robby banyak bertanya tentang pada Lulu (yang notabene lebih senior :p) tentang desain produksi, distribusi, screening, partnership, hingga sponsorship sebuah film.

Film tentang Hemofilia.


02. INT. Kedai Indra, Sukawening, Jatinangor. Malam (18.30-21.30 WIB)

Kami duduk berempat. Saya, Robby, Lulu, dan Bicky.
Robby menjelaskan secara umum tentang Hemofilia, hasil temuannya dari browsing dan wawancara. Sesekali obrolan diselingi candaan hingga tertawa-tawa, khususnya ketika pembicaraan melenceng jadi menggosipkan Bicky, atau ketika Robby tidak sengaja menyemprotkan air dengan sedotannya ke Bicky dan Lulu. Hehe..

Pertemuan malam itu diakhiri dengan Robby yang menekankan betapa seriusnya produksi film ini. Ia juga meresmikan proyek Hemofilia ini dengan nama Proyek 89 (dialihbahasakan menjadi 89 Project)

THE END



Baru beberapa hari kemudian saya ‘ngeh’, bahwa saat itu, 30 April 2010, adalah rapat The Triangle of 89 Project. Saya tidak tahu bahwa saat itu Robby berbicara sebagai Produser, bahwa Lulu sedang menerima informasi untuk modalnya dalam menulis cerita, dan bahwa Bicky diundang sebagai sutradara. Saya tidak tahu. Kalau saya tahu, saya pasti sudah angkat kaki sejak awal.
Saya tidak berkepentingan di sana.

Saya pikir, itu hanyalah reuni kecil-kecilan alumni CC.
Saya pikir, itu adalah acara kumpul-kumpul sesama teman sepermainan *Ratu mode on*
Ternyata bukan.





Tapi...
Bagi saya,
itu adalah malam paling menyenangkan sejak terakhir kali saya meninggalkan Jatinangor lebih dari setahun yang lalu. Really.
Saya menjadi saksi,
pada malam ketika 89 Project diresmikan,
30 April 2010.



‘BTSnumpangcurhat’

89 Project - Producer

Bandung, 2 Juni 1987. Sama seperti kebanyakan orang, tidak ada yang special selain Robby adalah penderita low vision. Bukan lahir dari keluarga yang memiliki cita rasa seni tinggi. Masa kecil hingga SMA cukup jauh dari dunia berkesenian malah cenderung berfikir scientific. Sebagai anak ke-2 dari 3 bersaudara dengan 1 kakak perempuan dan satu adik laki-laki telah membentuk kepribadian yang cenderung mandiri.

Sedikit "terjerumus" oleh bujuk rayu seorang teman, Robby atau yang lebih siring menggunakan nama tulis Obbye ini mulai masuk ke dunia lebih kreatif di DIII Fakultas Ilmu Komunikasi NPAD sub-program studi periklanan. Walau "terjebak" namun sangat menikmati "keterjebakan" dan mulai membentuk pola pikir baru. Memasuki gerbang periklanan mendorong Obbye untuk berkenalan dengan dunia baru pula yaitu fotografi dan sinematografi yang sudah mengenal dunia digital imaging dan pre-press. terlebih dahulu. Kedua hal ini selanjutnya akan menjadi sesuatu yang paling dicintai. Meski sudah pernah membuat film pendek berbekal kamera digital namun Cinematography Club FIKOM UNPAD-lah awal  berkenalan dengan keilmuan sinematografi. Benih-benih kecintaan ke sinematografi terus tumbuh, satu per satu karya film pendek lahir walau dengan kesalahan di sana-sini. Ya sepertinya kepala divisi produksi CC FIKOM UNPAD tahun 2007-2008 ini sudah benar-benar "terjerumus".

Basic utama Obbye adalah editor, banyak karya diawali dari video editor tugas-tugas teman, baru tahun 2007 dipercaya menggarap film pendek pertama sebagai sutradara. Waw!!! pengalaman sangat berbeda ketika berada dilapangan dengan duduk manis di meja komputer walhasil banyak sekali kesalahan. 2008 menjadi ujian terberat dimana harus menggarap film Panjang CC ke-2 bertajuk “Gancu Production”  dengan bekal ilmu dam pengalanan sekurangnya 2 tahun ke belakang tetap film panjang adalah ujian terberat. Selesai “Gancu” Obbye mulai mendalami penyutradaraan melalui karya-karya film pendeknya dan menjadi kru di departement penyutradaraan tanpa meninggalkan ke-editor-annya.

Ganjaran terbaik dari karya yang masih belajar pernah diraih oleh video art berjudul “Sporty life style” yang menggondol "Juara II Kopetisi multimedia Jelajah DKV Widyatama" (2006), diikuti “Bumper 1003 Jomblo” meraih "Juara Terfavorit Malang Movie Festival (Mavifest)" kategori art video tahun 2007 dan teranyar film pendek berjudul “Ice cone” meraih “Best Movie & Best Director - Scene Fest FISIP UNPAD” pada tahun 2009

Filmografi
Film Indie :
Democracy Project (6 film pendek)_Editor_2010|
The Witness_Sutradara, Editor_2009|
Restrooms_Produser, Sutradara, Editor_2009|
Battle_Produser, Sutradara, Editor_2009|
Surya di Padjadjaran_Astrada 1, Editor_2009|
Hanya miliknya_Editor_2008|
ice cone_Sutradara_2008|
Iman_Sutradara_2009|
Gancu Production_Sutradara_2008|
Jam pasir_Online Editor_2008|
Aku tahu Rara bohong_Editor_2008|
3 Film_Editor_2005|
(Not) Perfect_Sutradara_2007|
Cobek_Editor_2007|
Absurdity of humanity_Editor_2006|
Tanya Shava_Executive Producer_2006|
Sebuah tugas Gita_editor_2006|
Bukan UnJat_Camera Person_2005|
Noda hitam_Editor_2005|

TVC :
Birthday_Sutradara, DoP, Editor_2009!
ILM Global warning 3_Latter From trees_Sutradara, editor_2009|
ILM Global warning 2_Sepatu_Sutradara, editor_2008|
Sun Shine shampoo_Editor_2008|
EDMEE Gentle care_Editor_2008|
B-Ion C_Editor_2008|ILM K3_Sutradara_2005|
ILM no sex before married_Sutradara, editor_2006|
ILM Global warning_Sutradara, editor_2007|

Dokumenter :
Dokumentasi RAPIMNAS Gema Keadilan IV - Bandung Editor_2009|
Pemeriksaan urine rutin_One man crews_2007|
Jambore Nasional_Kameramen, Editor_2006|
The oddisey 10th UNPAD_Editor_2006|
Kampung Mahmud_Sutradara, editor_2005|
Pembinaan keterampilan terpadu masyarakat adat desa terpencil_Depsos RI_Editor_2007|


89 Project - Director

Jogjakarta, 18 Mei 1988 namun tercatat lahir di Jakarta. Penyematan nama “Perdana” sudah tentu menjadi tanda jika ia adalah anak pertama dari 3 bersaudara yang kesemuanya laki-laki. Hidup berkecukupan moral maupun materii sebenarnya bukan alasan untuk menjadi extraordinary dalam hal ide &  pemikiran. Rasa keingintahuan akan sesuatu yang kecil, hal-hal yang tidak penting, remeh-temeh, tidak dipersoalkan, diperhitungkan, ataupun dihiraukan oleh siapapun menjadi bakat alami yang memungkinkan Bicky menemukan hal-hal sederhana namum menarik bahkan memberi inspirasi-inspirasi baru dari sesuatu yang kecil. Keunikan itu cukup untuk membuat Bicky terpilih jadi penggawa (sutradara) di 89 Project.

Keputusan memilih Unit Kegiatan Mahasiswa Cinematography Club (CC) FIKOM UNPAD adalah sebuah takdir. Masuk tanpa pengetahuan apapun tentang sinematografi, segala macam kebingungan, ketidaktahuan, hanya bergerak berdasarkan “ketertarikan” dan “intuisi”. Ilmu sinematografi pertama dimulai dari departement kamera sebagai kameramen, setelah beberapa lama mahasiswa jurusan Jurnalistik FIKOM UNPAD angkatan 2006 ini mulai merambah dunia scrip writhing dan penyutradaraan dimana eksplorasi ide-ide extraordinary bisa lebih maksimal. Tidak berhenti rasa keingintahuan, Bicky juga beberapa kali menjadi Unit production manager bankan Produser selain debut akting di beberapa film pendek sebut saja “12 pas”, “Letter from trees”, (not) Perfect dan “Gancu Producion” .

Film pendek pertama sebagai sutradara “Sekali lagi” memang masih memiliki banyak celah kesalahan disana-sini namun itu langsung dikoreksi di karya kedua berupa film panjang berdurasi 90 menit “X (cross)” dan mendapatkan apresiasi cukup memuaskan dari penikmat film indie.

Filmografi : X (Cross) [Sutradara], Sekali lagi [Sutradara], Ask Y [Sutradara], Epilog [Produser], Cobek [Camera person], Jam pasir [DoP], Mercy Anggita [Camera person], “A” untuk Aries [Camera person], 12 pas [aktor], Gancu Production [Unit production manager, aktor] Letter from trees [aktor]


89P HIGHLIGHT


ShoutMix chat widget

FOLLOW US

89 PROJECT CREWs


PRODUCER

Robby Prasetyo

PRODUCTION MANAGER
Laila Ramdhini

SCRIPTWRITER SUPERVISOR
Lulu Fahrullah

SCRIPTWRITER & DIRECTOR
Bicky Perdana Putra

1st. ASSISTANCE DIRECTOR
Kiky Amalia Indria Furqon

2nd. ASSISTANCE DIRECTOR
Stevania Randalia Sembiring

DIRECTOR of PHOTOGRAPHY
Fadhli Ahmad

CAMERA DEPT. CREW
Muhammad Andhika Rahayu

CAMERA DEPT. CREW
Lutfi Muhammad

ART DIRECTOR

Yuki A. Nagarani

SET & PROPS
Reza Marza

MAKEUP & WARDROBE
Putu Ayu Andhira Santika

LOCATION & LOGISTIC MANAGER
Lisma Hardiyanti

SOUND RECORDIST
Rizky Indra Purnama

BOOMER
Immanuel Variant R.

EDITOR
Robby Prasetyo

DIRECTOR of BEHIND THE SCENE
Sintamilia Rachmawati

BEHIND THE SCENE CREW
Alvi Rahmawati

ADDITIONAL CREWs
Puput
Kasih Kisah
Ardhito Kristiono

Alam Jenuin D.
Iman Purnama

KOLOM PENDAPAT

!!! COMING UP NEXT !!!

!!! COMING UP NEXT !!!
Flickering Light casting | 1 - 3 Oktober 2010

ADMIN & KONTRIBUTOR BLOG 89 PROJECT