Cukup lama serangkaian proses produksi yang hectic menyita waktu kami untuk dapat berinteraksi dengan sahabat-sahabat sekalian. Semoga sapaan hangat ini dapat menyegarkan suasana kembali.
19 Desember 2010, setelah 7 hari proses pengambilan gambar, 89 Project telah menyelesaikan lagi 1 tahap menuju penayangan untuk dunia. Komitmen & kerja keras segenap tim produksi telah dibuktikan. Segala apa yang bisa usahakan telah kami kerjakan, meski tak lantas filmnya menjadi karya paling sempurna, karena niscaya Kami masih dalam proses menuju pencapaian yang lebih baik.
Tak terkira dukungan dari teman-teman yang terus menjaga semangat kami selama tak kurang dari 9 bulan ini. Semangat yang membuat kami tak memiliki pilihan untuk mundur atau menyerah. Semangat yang menjadi pegangan satu-satunya ketika jatuh dan tertatih-tatih.
Untuk itu, semoga rasa rasa terima kasih yang tulus dari Saya pribadi & segenap tim produksi dapat menjadi “pembayaran awal” atas semua dukungan sebelum pada waktunya Kami akan persembahkan karya yang kita upayakan bersama, Flickering Light.
Minggu (12/12) lalu adalah hari keempat syuting Flickering Light.
Scene yang diambil masih di kamar Adhel sampai siang, lalu sorenya berlanjut ke Kampus Fikom Unpad Jatinangor sampai malam.
Saya sendiri hanya hadir saat syuting di lokasi kampus.
Salah satu scene yang diambil adalah adegan di sekre HMHI (Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia). Kalau hari sebelumnya departemen Art menyulap sebuah ruangan luas di rumah Citra (teman Lisma- Location Manager) menjadi kamar Adhel, hari itu mereka juga mengubah Sekretariat EDGAB (English Discussion Group For Academic Purpose) menjadi sekretariat HMHI.
Dibantu yang lain, mereka ngangkut-ngangkut meja, lemari, buku-buku, dll. Hebohlah. Untung hari minggu. Jadi kampus sepi dan bebas diberantakin *eh? hehehe..
Syuting selesai sekitar pukul setengah sembilan malam. Para pemain dan sebagian kru langsung pulang. Sementara sisanya (termasuk saya) nongkrong dulu *sok gaul
Btw,
hari ini syuting libur.
Insya Allah dilanjutkan hari Jumat (17/12).
Seperti biasa..
foto-foto menyusul yaaah...! ^_^
Jadi..
sudah pada tahu kan, film apa yang akan diproduksi 89 Project?
ya, judulnya Flickering Light, tentang cinta seorang penderita hemofilia.
Saya mau bercerita.
*siapkan kopi dan cemilan ya :D*
Dulu.. saat kru 89P masih berempat (saya, Lulu, Robby, dan Bicky),
saat Lulu masih menjabat sebagai Scriptwriter (sekarang sudah diganti Bicky), sempat ada 3 ide yang Lulu keluarkan untuk diproduksi. Semuanya menarik. Tapi akhirnya kisah tentang 'cinta seorang penderita hemofilia'-lah yang kemudian di-acc dan ditindaklanjuti.
Waktu itu, Lulu merasa masih perlu riset lebih dalam untuk mengetahui, bagaimana sih kalau seorang hemophiliac 'berurusan' dengan cinta? bagaimana rasanya? bagaimana prosesnya (kalau sampai bisa menikah), bagaimanakah perjuangannya?
Akhirnya Robby pun menetapkan tanggal riset dan membuat janji dengan Mas Chandra, Ketua Yayasan Peduli Hemofilia. Rencananya, saya akan ikut dengan Lulu (BTS mode on :D).
Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih *apa seh*
Beberapa hari menjelang wawancara, Lulu jatuh sakit.
Begitu juga dengan Robby (kompak banget -___-)
Robby pun akhirnya meminta tolong pada saya untuk mewakili Lulu wawancara sendiri. Whaaaaaaattt...??
Aduh.. saya kan pemalu.. :")
Andai ada Bicky, pasti enak.
Ada yang nganterin.
Tapi saat itu Bicky lagi di Jakarta.
Oh God, saya punya 3 "pacar" dan tidak ada satu pun dari mereka yang bisa menemani saya..
*nangis guling-guling lebay*
*ditimpuk mereka bertiga*
Tapi karena saya wanita (sok) kuat, maka saya memberanikan diri menemui Mas Chandra seorang diri.
Dag dig dug duer! Hehehe..
Ternyata Mas Chandra orangnya baik dan welcome.
Dia gak keberatan saat saya mengorek-ngorek kisah cintanya (tsaaah!)
Jadi ceritanya begini sodara-sodara..
Awal tahun 2005, sebuah koran terkemuka dari Jawa Barat memuat profil tentang Yayasan Peduli Hemofilia.
Seorang gadis SMA membacanya, dan tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang Hemofilia.
Sang gadis lalu menghubungi dan menemui Mas Chandra.
Dari sana mereka berkenalan dan mengobrol.
Singkat cerita *jiaaaahh disingkat!*,
Setelah beberapa kali pertemuan, Mas Chandra merasa yakin "inilah jodoh saya".
Meskipun sempat khawatir ditolak karena keadaannya yang hemofilia dan berkursi roda (pernah mengalami perdarahan di lutut),
ia memberanikan diri 'nembak' dan diterima *Horeeee!*
Hubungan mereka tidak selalu mulus, tentu.
Ada saat-saat dimana sang gadis 'menghilang' untuk meyakinkan diri bahwa pilihannya tepat.
Keluarga sang gadis juga memiliki banyak pertimbangan.
Namun sang gadis berusaha meyakinkan keluarganya.
Pada akhirnya, keluarganya pun merestui pilihan sang anak, demi kebahagiaannya
*oh so sweet*
Bulan September 2006, Mas Chandra melamar, dan diterima *Alhamdulillah..*
Mereka menikah tanggal 14 Januari 2007.
Sekarang mereka sudah punya satu anak perempuan :)
Kalau mau tahu cerita dari Mas Chandra nya langsung, ke situs hemofilia nya aja.
Jadi, bagaimana?
Menarik, bukan?
Bahwa menjadi seorang penderita hemofilia juga mencinta,
berhak dicintai,
bisa menikah dan memiliki keturunan,
bisa hidup berkeluarga dengan bahagia,
sakinah, mawadah, warohmah.
Amin :)
Sumber gambar : Don't touch my moleskine
Catatan Harian Orang Kesurupan
Gw dengan senang hati memulainya dari proses “pelamaran”. Gw lupa tepatnya kapan di bulan apa, tapi saat itu 89 P baru terdiri dari 2 org dedengkot film di Fikom Unpad. Yaitu Robby Prasetyo (master of editing, directing, n graphics) dan Lulu Fahrullah (master of script writing, directing, n leading a project).
Dan mereka sudah ga diragukan lagi adalah sutradara-sutradara handal debutan Cinematography Club Fikom Unpad (CC). Dan yg membuat gw bingung adalah: 2 orang sutradara handal, berkumpul, dateng ke kosan gw, mencari seorang sutradara. (what the hell happening?)
Trnyata yg merekomendasikan gw adalah Lulu, yg didasarkan pada film panjang CC yg gw sutradarai, “X” [cross], yg sbenernya film tersebut gagal selling, jadi hanya org2 tertentu aja yg beruntung sempet nonton film itu sebelum menghilang dari dunia.
Sebelum memiliki nama, kita menyebut kerjaan ini “proyek sangat serius”. Sebutan yang sangat menarik, karena sesungguhnya selama di CC gw belum pernah sempet “sangat serius”. Dan jujur aja, bahkan film “x” [cross] sendiri, gw sangat merasa masih belajar penyutradaraan di situ, (sorry Gita, produser film “x” [cross], hehe ^_^v).
Awalnya gw ngeri. Karena 1, ini proyek sangat serius, 2, gw ga kepikiran “sangat serius” itu seperti apa, ‘cause kehidupan gw sejak bayi selalu diilhami kata “santai”. Tapi ada 2 hal jg yg membuat gw berani maju.
Robby berani meyakinkan bahwa kita akan bekerja dengan tim terbaik. DOP terbaik, astrada (asisten sutradara) terbaik, camera person terbaik, script writer terbaik, art director terbaik, peralatan terbaik, dan crew terbaik.
Kedua, masa persiapan yang sangat-sangat panjang. Satu dari beberapa hal yang ga pernah gw liat di CC. (CC selalu ngebut kalo bikin proyek T_T). Hal itu melegakan gw, karena gw merasa film ini akan dipersiapkan dengan sangat amat matang sekali, sebelum kita memulai proses merekam di lapangan.
Lagipula, di sana ada Lulu, ada Robby, what else that world need to be a good director?
Gw terima, dengan deg-degan, bergejolak, dan sangat bergairah.
Sejak saat itu gw bertekad, ini bukan lagi latihan dan persiapan, ini adalah perang. CC build me in the last 3 years, now i’m ready, and won’t make CC disapointed in me. Ini akan jadi film terbaik gw, film yang akan gw perlihatkan dengan bangga kepada dunia.
Dan terakhir, sesungguhnya gw sangat berharap, kalau film ini akan menunjukkan kemana gw harus pergi dan memijak. Meyakinkan gw bahwa tanah yang gw injak saat ini tidaklah serapuh yang mereka bayangkan. Bahwa gw ada di sini, dan akan menghasilkan sesuatu.
the end?
Ini bukan press release! Hanya sekedar catatan produser saja.
![]() |
| Mendiskusikan cerita di Ngeumong Cafe |
-Robby Prasetyo-
REFERENSI
- There For You
- Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia (HMHI)
- Yayasan Peduli Hemofilia
- Haemophilia Foundation of New Zealand (Facebook)
- Hemophilia Foundation of Northern California (Facebook)
- Hemophilia Foundation of Illinois (Facebook)
- Hemophilia Foundation of Greater Florida (Facebook)
- Oklahoma Hemophilia Foundation (Facebook)
- The Hemophilia Foundation of Southern California (Facebook)
- Hemophilia of Georgia
- Great Lakes Hemophilia Foundation (Facebook)
- National Hemophilia Foundation (Facebook)
- Hemophilia Federation of America (Facebook)
- NVHP (Facebook)
- National Hemophilia Foundation
- World Federation of Hemophilia Argentina
- Hemophilia World Congres 2010
- World Federation of Hemophilia USA
- World Federation of Hemophilia / Federación Mundial de Hemofilia (Facebook)
- Yayasan Dilts
- Yayasan Dilts (Facebook)
- FSG Medan (Facebook)
- Société canadienne de l'hémophilie (Facebook)
- Canadian Hemophilia Society / Société canadienne de l'hémophilie (Facebook)




