Beberapa hari yang lalu Bicky (penulis skenario sekaligus sutradara) memasang status yang menarik. Dia menulis seperti ini:
Mau Tere sebagai pelantun OST






Dan Robby (sang produser) pun berkomentar singkat:
Insya Allah.. :-)
![]() |
| Pak produser maap fotonya agak blur :D |
![]() |
| Senyum girang kebahagian script writer sekaligus sutradara saat merasa project 89 bisa dijadikan ajang meluluskan niatnya untuk jalan-jalan :D |
![]() |
| Heran, ngeliat barang yang berserakan di antara crew 89 project |
Akhirnya Badan Script Project 89 jadi juga dan sama artinya 89 Project telah melangkahkan kakinya di Draft 1, selamat y....
Semuanya Tetep Semangat ^_^
-Just_V-
Pertama-tama saya minta maaf, karena seharusnya postingan ini dipublish hari Minggu lalu. Tapi karena saya sok sibuk, jadi baru bisa sekarang. Ini pun hanya quick update.
1. Robby, Bicky, Alvi, dan saya menghadiri LA Lights Indie Movie di Dago Tea House tanggal 24 Juli. Materi Scriptwriting dari Lintang Pramudya Wardani, Filmmaking dari Chris Schueler (USA), Directing dari Hanung Bramantyo, dan Hands On Session (Practice) Filmmaking Technique/camera dari Aria Agni sangat bermanfaat, khususnya buat Robby sebagai Produser dan Bicky sebagai Penulis Naskah dan Sutradara.
![]() |
| Hanung Bramantyo memberikan materi Directing |
2. Pulang dari Dago, kami ke acara Mangga Malam Mingguan di Story Lab. Kali ini giliran saya dan Alvi sebagai BTS yang dapat ilmu, karena di sana diputar Madame X Behind The Scene. Madame X adalah film komedi terbaru yang diproduseri oleh Nia Dinata. Saat itu hadir sutradara Madame X, Lucky Kuswandi. Alvi sempat mengajukan pertanyaan padanya dan mendapat hadiah DVD film
3. Dari Mangga, kami ke McD Simpang Dago untuk acara "Ngedate santai". Di sini, kami membahas tentang draft skenario hasil revisi Bicky waktu itu. Sempat ada insiden di sini.
4. Keesokan harinya, Minggu (25/7), Bicky dan Alvi dinyatakan lolos masuk 50 besar lomba sinopsis LA Lights Indie Movie 2010 dan mengikuti babak Meet The Producers. Meskipun Robby lumayan bangga, sepertinya ia agak ketar ketir karena kalau mereka (khususnya Bicky) menang, bagaimana nasib 89 project?
5. Sampai berita ini diturunkan saya belum dapat kabar apakah mereka berhasil atau tidak.
6. Hari Senin, ada pembahasan tentang draft 1 skenario. Saya tidak bisa hadir, tapi katanya sih yang datang "Silaturahmi" adalah Robby, Bicky. Kiky, Alvi, dan Laila.
Demikianlah berita ini saya buat, lebih dan kurangnya harap maklum.
Terimakasih.
SEMANGAAAAAATTT....!!
-Sintamilia-
Foto oleh Alvi, Astrada BTS =)
Tanggal 19 Juli kemarin, ada story development kedua (yang saya hadiri). Eh, termasuk pengembangan cerita gak ya, yang dibahas kemarin itu? Yang pasti, ‘rapat darurat’ 89 project kemarin membahas cerita yang belum selesai. Cerita yang (menurut saya) belum layak disebut skenario meski bentuknya sudah seperti itu. Canggih kan? Cerita utuhnya belum dapet, tapi kemarin kru udah megang ‘draft skenario’ yang ‘bolong’ di bagian tengahnya. Hahaha.. Mungkin karena itu Robby menyebutnya ‘pra-draft-1-scenario’ *ribet yah.. :p
Rapat yang dimulai sekitar pukul tujuh malam itu bertempat di kosan Bicky, dan hanya dihadiri oleh Robby, Alvi, dan saya tentunya. Ditemani dengan beberapa bungkus basreng kering pedas, air putih satu gelas bertiga, dan lampu remang-remang ngaco, saya-Robby-Alvi membaca ‘skenario’ buatan Bicky.
Instruksi yang diberikan Bicky seperti dalam psikotes kerja:
“Baca dulu scene satu dan scene dua..” setelah semuanya selesai membaca, ia memberi penjelasan detail tiap scene. Lalu, “Sekarang, baca scene 3, 4, 5..” setelah selesai ‘presentasi’, ia memberi instruksi lagi “Baca scene 6 sampe scene 7. Eh, sampe halaman 7 aja deh. Yang lain jangan dulu..”
Blah. Instruksi yang terakhir saya abaikan. So what gitu loh baca sampe akhir? Lama, deh *bandel mode on*
Adaaa.. aja scene-scene yang adegannya bisa diplesetkan, sampai-sampai kami punya ide untuk bikin plesetan filmnya. Saya siy, kepikirannya seperti bioskop Trans TV kayak di Ekstravaganza (tau kan, cuplikan adegan film hollywood dicampur adegan buatan sendiri yang pemainnya Aming dkk :D).
Ide itu semakin menggoda apalagi scene-scene yang bisa diplesetkan agak banyak. Langsung deh, saya keluarkan binder dan mencatat semua scene yang plesetannya bikin ngakak.
Sebenernya sih pengen berbagi tawa itu disini. Tapi setelah dipikir-pikir, kalau ditulis jadi ga lucu. Maklumlah, ada hal-hal lucu yang sulit dideskripsikan, seperti setting dan celetukan-celetukan spontan dimana kita harus ada di tempat itu untuk bisa ikut tertawa :D
Pokoknya malam itu: no dinner+ basreng pedas+LOL ROTF berjam-jam= kram perut! Hihi..
Overall..
Ceritanya lumayan. Meskipun kata Robby,
*eh, makhluk apakah yang bagian tubuhnya terdiri dari kepala, BATANG, dan ekor? haha
Melihat lembaran-lembaran naskah yang agak banyak, dan itu juga belum sedikit pun memuat adegan inti, Bicky dicurigai akan membuat film (agak) panjang. Beberapa bagian harus sangat dipersingkat, dan beberapa adegan dikritik karena kurang “make believe” (gayaaaa…!)
Banyak yang perlu direvisi dan ditambah. Karena itu, Robby merasa perlu adanya rapat kedua yang masih membahas ‘pra-draft-1-scenario’ itu, yang akan diselenggarakan tanggal 24 Juli (karena draft 1 harus sudah jadi tanggal 26).
Bagaimana lanjutannya?
Keep following! :D
-Sintamilia-
*LOL ROTF= Laughing Out Loud Rolling On The Floor = Ketawa Guling2
Tanggal 12 Juli lalu, ada peristiwa bersejarah dalam tubuh 89 project.
Lulu, yang sebelumnya memegang jabatan sebagai penulis skenario, dengan berat hati menyatakan pengunduran diri. Kenapa? Karena dia --meskipun masih punya jatah kuliah sampai tahun depan :p --telah dikejar-kejar oleh jurusannya untuk segera menyelesaikan skripsi dan keluar dari kampus sesegera mungkin (baca:diusir).
Lulu yang merasa kuliah enam tahun memang sudah cukup lama, memutuskan untuk melakukan ekstrimisme skripsi. Maksudnya, ia akan benar-benar fokus ke skripsi dan mengurangi banyak kegiatan lain, termasuk bikin film. Ia juga mengurangi frekuensi facebookan *penting ga siy info yang terakhir ini? >.<*
Pengunduran dirinya itu membuat semua kru yang hadir merasa sedih *iya gitu? hehe*. Bahkan, Bicky yang kemudian menjadi semakin ‘berkuasa’ karena mengambil alih posisi Lulu itu pun merasa ga rela. Menurut Bicky, ia ingin belajar dengan melihat proses Lulu membuat cerita hingga menjadi skenario.
Sepertinya Bicky agak ragu dengan rangkap jabatannya itu. Menurut Bicky, kalau scriptwriter dan director ia pegang sendiri, maka kualitasnya ya.. hanya sejauh kemampuannya saat ini saja. Sementara, sebenarnya Bicky berharap, dengan skenario hebat buatan Lulu, maka ia akan bisa memaksimalkan keterampilan penyutradaraannya agar sebanding dengan kerennya skenario itu. Begitchuu…
Lulu pun lalu memberikan motivasi kepada Bicky dan meyakinkannya kalau Bicky bisa. Buktinya, film panjang terakhir Bicky berjudul X (Cross) diangkat dari novel(et?) karyanya sendiri. Menurut Lulu, cerita X (Cross) menarik dan pasti Bicky bisa membuat cerita yang tak kalah menarik untuk 89 project ini.
Masih agak ragu, Bicky pun lalu bersedia menjadi scripwriter pengganti dengan syarat (1) Lulu harus meluangkan waktu seminggu sekali untuk konsultasi naskah dan (2) .. apa ya, yang kedua? Aduh maaf saya tidak begitu ingat jadi mari kita lewatkan saja *pembaca kecewa*
Lulu sepakat. Ia tidak keberatan kalau hanya seminggu sekali. Ia juga menerima ‘mutasi’ jabatannya sebagai Script Supervisor, dan Robby pun berbisik-bisik (dengan suara keras) dengan orang di sebelahnya: “Katanya mau EKSTRIM ngurus skripsi… Ternyata tetep aja...” :p
Maka Lulu dan Bicky saling berjabat tangan, deal-deal-an.
Serah terima jabatan pun terlaksana dengan khidmat.
Info lain:
-Yang hadir saat itu adalah Lulu, Bicky, Robby, Sinta, Kiky (astrada satu), dan Alvi (BTS)
- Selain sertijab, agenda lain yang terlaksana hari itu adalah mendengarkan cerita buatan Lulu (masih belum jadi), mencari kandidat astrada dua (belum ketemu), mengatur frekuensi postingan di blog (belum ada kesepakatan siapa yang mengurusnya dan bagaimana teknisnya), dan mendengarkan Robby mengumumkan jadwal produksi menyeluruh (kayaknya cuma Kiky yang bener-bener nyimak. LOL)
-Kalau sebelumnya acara rapat ini berjudul “Makan Malam” dan "Kencan", maka kali itu namanya ganti jadi “Kongkow”. Bagusnya tiap pertemuan beda istilah aja biar seru kali ya *apa seh?
Conclusions:
Selamat menulis skripsi, Lulu!
Selamat menulis skenario, Bicky!
Keep spirit, all crew! =)
-Sintamilia-

“Makan Malam” atau “Kencan” adalah istilah yang digunakan untuk menggantikan kata “berkumpul dan rapat membahas 89 project”.
Bicky menyebutnya “makan malam” (dengan tanda kutip) mungkin karena memang selalu dilakukan sambil makan malam; Makan malam dengan ‘menu’ rapat.
Sementara itu, Robby menyebutnya kencan (dengan atau tanpa tanda kutip). Entah mengapa. Mungkin agar terkesan romantis alias rokok-makan-gratis, ups.
Kalau judulnya kencan sih.. saya senang-senang saja ya. Kami kan berempat. Saya cewek sendiri. Berarti saya kencan dengan tiga orang cowok. Hohoho.. (backsound: Madu Tiga- Ahmad Dhani)
Tapi beberapa hari terakhir ini saya kehilangan “pacar-pacar” saya itu. Yang satu lagi ke Jogja. Yang dua lainnya sakit. Hiks hiks.
Wawancara dengan penderita hemofilia pun akhirnya saya lakukan sendiri. Huhu..
…
Lanjut.
Sekarang saya mau ngasih progress report dulu deh..
Seperti yang bisa dilihat di bagian kanan bawah blog ini, ada pendatang baru nih dalam kru 89 Project. Mereka adalah Laila sebagai Production Manager, Kiki Amalia sebagai Astrada Satu (yang namanya disebut-sebut pas story development pertama), Fadli Ahmad sebagai Director of Photography, dan satu orang lagi yang belum ingin disebutkan namanya biar kayak Voldemort. Yang satu ini akan menjadi asisten saya di BTS. Hehe..
Terus..
Lulu sebagai Scriptwriter sudah membuat treatment.
Ada yang belum tahu treatment?
Treatment itu adalah gambaran umum scene per scene (bener ga? Bener kan? Hehe).
Isinya lebih detail dari sinopsis, tapi belum bisa disebut sebagai skenario karena dialog detailnya belum ada.
Dalam rangka membantu Lulu bikin treatment, saya sempat mewawancarai seorang penderita hemofilia untuk menggali lagi pengalamannya.
Biar lebih valid, gitu loh.
Tapi ga tau deh, hasilnya memuaskan Lulu atau tidak.
Baru akan cerita panjang lebar pada acara “makan malam” terdekat, yang insya Allah akan diselenggarakan pada tanggal 12 Juli 2010
(eh, btw, kalimat terakhir ini kayak… di mana hayo? Hehe *ga penting)
Trus.. apa lagi ya..?
Blog 89 ganti template.. udah liat kan ya..
Trus..
Dua “pacar” saya (semoga) sudah sembuh, dan yang satu lagi semoga segera kembali ke Jatinangor.. Sehingga acara “kencan” dan “makan malam” senin nanti bisa berjalan lancar dan lengkap dengan kehadiran mereka semua (plus anggota baru tentunya). Hoho..
Oya, acara “kencan” dan “makan malam” itu emang seringnya tiap senin (malem selasa).
We Love Monday!
….
Hmm.. udah dulu ah nulisnya. Makin ga penting soale.
Tunggu kabar-kabari dari BTS selanjutnya yah..!
Keep following!
Bye, folks..! =)
REFERENSI
- There For You
- Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia (HMHI)
- Yayasan Peduli Hemofilia
- Haemophilia Foundation of New Zealand (Facebook)
- Hemophilia Foundation of Northern California (Facebook)
- Hemophilia Foundation of Illinois (Facebook)
- Hemophilia Foundation of Greater Florida (Facebook)
- Oklahoma Hemophilia Foundation (Facebook)
- The Hemophilia Foundation of Southern California (Facebook)
- Hemophilia of Georgia
- Great Lakes Hemophilia Foundation (Facebook)
- National Hemophilia Foundation (Facebook)
- Hemophilia Federation of America (Facebook)
- NVHP (Facebook)
- National Hemophilia Foundation
- World Federation of Hemophilia Argentina
- Hemophilia World Congres 2010
- World Federation of Hemophilia USA
- World Federation of Hemophilia / Federación Mundial de Hemofilia (Facebook)
- Yayasan Dilts
- Yayasan Dilts (Facebook)
- FSG Medan (Facebook)
- Société canadienne de l'hémophilie (Facebook)
- Canadian Hemophilia Society / Société canadienne de l'hémophilie (Facebook)















